pengungsi kamp Yarmouk dihalangi keluar oleh milisi pemberontak (foto:Ayham Soussef)

pengungsi kamp Yarmouk dihalangi keluar oleh milisi pemberontak (foto:Ayham Soussef)

Damaskus, liputanislam.com—Baru sehari setelah konvoi bantuan pangan yang dikirim UNWRA berhasil masuk ke kamp pengungsi Palestina di Yarmouk (selatan Damaskus), konvoi lanjutan kembali ditembaki teroris.

Sumber media lokal Suriah, Al Hadath News, seperti dikutip Tasnim News (31/1) melaporkan, pengiriman bantuan kemanusiaan ke kamp pengungsian Yarmouk dimulai sejak hari Kamis (30/1) namun hari Jumat (31/1) proses tersebut terpaksa dihentikan karena penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata yang ada di dalam kamp ke arah konvoi pembawa bantuan.

Yarmouk adalah kamp pengungsi Palestina, yang sebelum konflik Suriah dihuni oleh 150.000 orang. Kini, ada sekitar 18.000 orang yang masih bertahan. Sejak dikepung oleh milisi pemberontak, 86 pengungsi tewas karena kelaparan dan kekurangan obat-obatan. Demikian dilaporkan the Syrian Observatory for Human Rights.

Sejak lebih 60 tahun yang lalu, Suriah adalah tempat berlindung bagi orang-orang Palestina yang terusir dari tanah air mereka sendiri. Suriah bahkan menjadi markas perjuangan Hamas untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Israel. Kondisi 500.000 pengungsi Palestina di Suriah jauh lebih baik daripada kondisi pengungsi Palestina di Lebanon atau Jordan. Menurut UNHCR, Suriah adalah negara terbaik yang melayani pengungsi. Para pengungsi itu mendapat layanan kesehatan dan perumahan yang sama sebagaimana rakyat Syria. Namun sejak konflik Suriah merebak, sebagaimana juga warga Suriah pada umumnya, pengungsi Palestina pun mengalami penderitaan berat.

Berbagai media anti-rezim sebelumnya menyebarluaskan tuduhan bahwa tentara Suriah-lah yang mengepung kamp, sehingga menghalangi masuknya suplai bantuan. Namun, foto karya fotografer Ayham Soussef, yang diambil dari dalam kamp dan bocor ke jejaring media sosial menunjukkan bahwa justru para pemberontaklah yang menghalang-halangi pengungsi keluar dari kamp itu.

Pada tanggal 30/1, konvoi pangan dari UNRWA (badan PBB untuk urusan pengungsi Palestina) berhasil masuk ke kamp dengan bantuan pemerintah Suriah. (dw/Aljazeera/IRIB Indonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL