Gaza, LiputanIslam.com–Badan bantuan PBB untuk Palestina, UNRWA, memperingatkan bahwa akan ada pemotongan dalam sejumlah program bantuan kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat, jika AS masih tetap menahan dana mereka ke badan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh ketua UNRWA,  Pierre Krahenbuhl, dalam sebuah surat kepada pegawainya pada Senin (9/7/18).

Ia mengeluhkan bahwa program bantuan yang kemungkinan akan dipotong dananya adalah di bidang pekerjaan, perumahan, kesehatan mental, dan sebagainya. Namun, UNRWA akan terus berusaha untuk mempertahankan program bantuan makanan, terutama di kawasan Jalur Gaza.

Krahenbuhl mengaku telah meminta para pendonor lain yang sebelum ini sudah memberikan dana, untuk terus membantu UNRWA agar “mengatasi kekurangan dana,” yaitu sebanyak lebih dari $200 juta.

“Saya sudah bicara kepada mereka dan saya bicara pada Anda dengan sejujurnya: Kekurangan $217 juta adalah angka tertinggi yang pernah dihadapi UNRWA sepanjang sejarah,” tulisnya dalam surat tersebut.

“Sebagai komisiener general badan ini, saya tidak bisa menyembunyikan resiko dramatis yang kami hadapi atas pelayanan kami jika kami tidak mendapat bantuan tambahan secara cepat,” keluhnya.

Pada 16 Januari lalu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan menahan 65 juta dana bantuan untuk UNRWA dan menuntut badan itu melakukan reformasi tertentu.

Dua minggu sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeluhkan bahwa negaranya telah memberikan Palestina dana ratusan juta dollar setiap tahun, namun “tidak menerima apresiasi atau penghormatan” apapun. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*