Sumber: Presstv

Washington, LiputanIslam. Com—Amerika Serikat telah mengeluarkan ancaman akan merespon agresi Turki ke wilayah Kurdi-Suriah, usai sekelompok pasukan AS terjebak di tengah kepungan tentara Turki di Suriah.

Pentagon, pada Jum’at (11/10) kemarin mengatakan pasukan Amerika di dekat kota berpenduduk orang-orang Kurdi (Kota Kobani), saat ini sedang terkepung oleh tembakan artileri para pasukan Turki.

Jubir Pentagon, Kapten Brook DeWalt, mengatakan ledakan itu terjadi hanya beberapa ratus meter dari wilayah yang kini didiami oleh pasukan AS.

“Amerika Serikat tetap menentang langkah militer Turki ke Suriah dan terutama menolak operasi Turki di luar zona Mekanisme Keamanan, serta di beberapa daerah tempat pasukan AS tinggal” katanya.

“AS menuntut agar Turki menghindari tindakan apapun yang bisa memicu datangnya aksi defensif dari militer AS, ” tambahnya.

Kementerian Pertahanan Turki telah menjelaskan bahwa tembakan artileri  ditujukan ke arah para pejuang Kurdi yang oleh Turki disebut sebagai Teroris, bukan ke arah pasukan AS.

“Turki tidak menembaki pos pengamatan AS dengan cara apa pun. Semua tindakan pencegahan dilakukan sebelum melepaskan tembakan untuk mencegah kerusakan pada pangkalan AS,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca: Erdogan Sebut Tak Akan Hentikan Operasi Militer ke Arah Kurdi-Suriah

Turki meluncurkan kampanye militernya, yang dijuluki Operation Peace Spring, di timur laut Suriah sejak Rabu lalu. Keputusan ini dibuat selang beberapa hari usai Amerika memutuskan untuk menarik pasukannya dari Suriah dan meninggalkan aliansi Kurdi sendirian. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*