Sumber: tirto.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (4/11) menguat ke posisi Rp 14.010 per dolar AS. Rupiah menguat 0,14 persen atau 20 poin dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu.

Pada perdagangan awal pekan ini, pergerakan rupiah relatif stabil dan mekanisme pasar berkembang secara baik tak terpengaruh signifikan atas pelonggaran suku bunga acuan The Fed.

Baca: Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.038 per Dolar AS

Pada saat pembukaan pasar, rupiah sudah menguat 0,29 persen ke posisi Rp 13.990 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 13:00 WIB rupiah menguat 0,12 persen ke posisi Rp 14.013 per dolar AS dan ditutup di posisi Rp 14.010 per dolar AS.

Pada hari ini, penguatan rupiah didorong oleh sentimen perang dagang antara AS dan China. Ada optimisme bahwa AS dan China akan segera meneken kesepakatan dagang tahap satu.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengaku optimis kesepakatan dagang tersebut akan terjadi pada bulan ini. Presiden AS Donald Trump mengatakan, jika kesepatan tersebut terjadi, penandatanganan akan dilakukan di AS.

“Pertama-tama, saya ingin meneken kesepakatan dagang,” ujar Trump di Gedung Putih, (3/11).

Sementara itu, dari sisi internal, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, rupiah masih berpotensi menguat. Hal ini terlihat dari beberapa indikasi berdasarkan inflasi yang terkendali di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen hingga 4,5 persen. (sh/cnbcindonesia/bisnis)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*