foto: facebook

foto: facebook

Bandung, LiputanIslam.com — Tak lama lagi, Bandung akan dihiasi oleh 1000 biodigester berisi bakteri pemakan sampah. Walikota Kota Bandung Ridwan Kamil menjelaskan, satu biodgester bisa untuk menghancurkan 20 rumah. Seperti apa?

“Warga Bandung, dalam 3 bulan ke depan kita akan memasang 1000 biodigester berisi bakteri pemakan sampah seperti di foto ini. Ia bisa memakan sampah sampai dengan 20 rumah,” tulis Ridwan di akun Facebook-nya, Ridwan Kamil untuk Bandung.

Tak hanya menghancurkan sampah, alat ini juga akan menghasilkan gas, yang bisa digunakan untuk bahan bakar.

“Panas gasnya akan dipanen untuk bahan bakar memasak di rumah-rumah. Mari pilah dan kurangi sampah rumah tangga untuk Bandung yang resik dan bersih,” jelas Ridwan.

Biodigester menjadi angin segar, apalagi selama ini Bandung dikenal dengan kota yang penuh sampah. Bahkan pada bulan Februari lalu, seorang warga Bulgaria, Inna Savova,  menyebut Bandung sebagai “The City of Pigs”.

“Bandung, sebuah tempat yang penduduknya berpikir bahwa daging babi dianggap terlalu kotor untuk dimakan, tetapi mereka hidup dalam lingkungan yang lebih kotor dari babi,” tulis Inna dalam blognya venusgotgonorrhea.wordpress.com.

Inna mengeluhkan betapa Bandung dipenuhi oleh sampah, sementara warganya tidak peduli dan tetap merasa nyaman hidup di lingkungan kotor itu.

Ketika menjumpai lingkungan yang kotor, banyak warga menyalahkan pihak lain, seperti pemerintah dan bahkan komunisme.

“Tak ada yang berhenti sejenak dan berpikir itu adalah salah mereka sendiri. Beberapa orang berpikir bahwa mereka hidup di lingkungan kotor karena miskin. Itu absurd,” tulis Inna.

Bagaimana tidak, dari laporan Jabarnews pada tahun 2012, Kota Bandung memproduksi sampah hampir 11 ribu ton perhari yang 65 persennya berupa sampah anorganik.

Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, Cece H Iskandar, telah menghimbau warga Bandung untuk turut berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah yang menghantui Bandung dengan mengurangi sampah plastik, dan mempraktekkan 3R.

“Mengurangi jumlah kantong plastik, merupakan salah satu cara menekan sampah plastik. Cara lain dengan langkah reuse, reduce, dan recycle (3R),” lanjutnya.

Pengelolaan sampah dengan sistem 3R dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari. Namun apakah warga Bandung bersedia terjun langsung ‘memerangi’ sampah, atau memilih tidak peduli – sebagaimana disebutkan Inna, dan hanya menunggu upaya pemerintah? (ph)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL