Singapura, LiputanIslam.com–Para menteri luar negeri yang tergabung dalam Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) mendesak pemerintah Myanmar menyelediki kasus kejahatan atas komunitas Muslim Rohingya.

Sikap ini disampaikan pada Selasa (2/9/18) oleh menlu Singapura Vivian Balakrishnan dalam pidato di parlemen negaranya, di mana ia menyebut kasus itu merupakan “bencana kemanusiaan buatan manusia”.

Dia pun menyatakan bahwa sepuluh menteri yang tergabung dalam ASEAN telah melakukan pertemuan secara informal di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB pada minggu lalu untuk membahas persoalan ini.

“Kami menyampaikan kekhawatiran atas dugaan tindak kejahatan ini… Ini adalah bencana kemanusiaan buatan manusia dan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi di hari dan masa ini,” kata Balakrishnan.

“Para menteri luar negeri mendesak pemerintah Myanmar agar… [memberikan mandat kepada] komisi penyelidikan independen untuk menyelidiki dan menangkap semua orang yang bertanggungjawab,” paparnya.

Sebanyak ribuan warga Muslim Rohingya dibunuh, ditangkap, dan disiksa oleh tentara Myanmar dan ekstrimis Buddha antara November 2016 sampai Agustus 2017. Akibatnya, banyak diantara mereka yang lari dan mengungsi secara massal ke Bangladesh.

“Mereka (pejabat Myanmar) harus melakukan tindakan yang tepat… untuk semua korban tak bersalah, tanpa pertahanan, dan yang rentan,” tegas Balakrishnan.

Selanjutnya, diplomat senior Singapura itu menyebut kasus Rohingya bisa dijadikan pelajaran bagi negara-negara di Asia Tenggara, bahwa “ras, bahasa, dan agama adalah isu nyata dan selalu bisa di eksploitasi untuk kepentingan politik jangka pendek…” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*