Washington, LiputanIslam.com–Menlu AS Mike Pompeo menolak perintah dari Presiden Venezuela, Nicholas Maduro, untuk menarik diplomat Amerika dari Caracas.

Pompeo mengklaim, pemerintah Maduro yang telah memutus hubungan diplomatik dengan AS bukan pemerintah yang sah.

“Kami menyerukan kepada pasukan militer dan keamanan Venezuela untuk terus melindungi kehidupan dan kesejahteraan warga Venezuela, AS, dan warga negara asing lainnya di Venezuela,” tegas Pompeo pada Rabu (23/1) malam.

Ia menambahkan, pemerintah AS akan mengambil “tindakan yang tepat untuk menuntut pertanggungjawaban dari siapa pun yang membahayakan keselamatan dan keamanan diplomat kami.”

Pada hari Rabu kemarin, Presiden Maduro menyatakan seluruh diplomat AS yang berada di Venezuela sebagai persona non grata (individu yang tidak diterima).

Pernyataan ini keluar setelah pemerintah AS mengakui  pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden Venezuela yang sah.

Karena AS tidak mengakui pemerintahan Maduro, “perintahnya [kepada kami] untuk menarik para diplomat AS [adalah perintah yang] tidak sah,” ujar Pompeo. Ia menambahkan, Washington akan melakukan hubungan diplomatik dengan Caracas hanya melalui pemerintah Guaido.

Pasca keputusan AS untuk mengakui pemerintahan oposisi, sejumlah negara sekutu AS juga mengikuti jejak langkah Negeri Paman Sam ini, yaitu diantaranya sebagian besar negara-negara OAS (Organization of American States), Kanada, dan Uni Eropa.

Sementara itu, jubir Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menilai, pengakuan “pilih-pilih” AS atas pemerintahan sah di Caracas menggambarkan sentimen Barat yang sesungguhnya terhadap hukum internasional, kedaulatan, dan non-intervensi dalam urusan dalam negeri suatu negara. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*