Washington, LiputanIslam.com–AS telah menyetujui penjualan rudal antibalistik senilai $3,3 miliar ke Jepang setelah Korea Utara memperluas kemampuan rudal pertahanannya.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) merilis pengumuman ini lewat sebuah pernyataan pada hari Selasa (27/8). Raytheon Co dan BAE Systems Plc disebut sebagai perusahaan kontraktor utama yang menjual 73 senjata Standard Missile-3 dan Canisters MK 29 ke Jepang.

DSCA menambahkan, rudal-rudal yang dijual ini dirancang untuk ditembakkan dari kapal-kapal untuk mencegat rudal balistik yang datang.

“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan meningkatkan keamanan sekutu utama yang merupakan kekuatan bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik,” papar DSCA.

Selama satu bulan terakhir, Korea Utara telah melakukan tujuh kali uji coba rudal balistik jarak pendek terbaru. Jepang mengklaim, salah satu rudal itu terbang di atas wilayahnya.

Korea Utara mengklain, uji coba misil mereka merupakan bentuk protes atas latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang dianggap sangat mengancam. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*