Washington, LiputanIslam.com–AS mengumumkan keputusannya untuk tidak lagi bekerjasama dengan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) dan melindungi Israel dari badan yudisial itu.

AS juga mengancam penjatuhan sanksi terhadap pengadilan yang mereka sebut “tidak adil” itu.

Keputusan ini diumumkan oleh Penasehat Keamanan Nasional AS John Bolton di depan Federalist Society di Washington, DC, pada Senin (10/9/18).

Ia memperingatkan ICC agar tidak meneruskan investigasi atas kejahatan perang yang dilakukan Amerika di Afghanistan. Jika badan itu meneruskan penyusutan, Washington akan melarang para hakim ICC masuk ke AS dan menuntut mereka.

“Kami akan melarang hakim dan jaksa ICC masuk ke AS, menjatuhi sanksi atas uang mereka di sistem keuangan AS, dan menuntut mereka di sistem pidana AS,” tegas Bolton.

“Di muka bumi ini, kami tidak mengakui otoritas apapun di atas konstitusi Amerika,” imbuhnya.

Bolton juga mengecam investigasi ICC atas kejahatan “teman dan sekutu kami” Israel terhadap Palestina. Menurutnya, penyusutan terhadap “negara liberal dan demokratis” seperti Israel sama sekali tidak bisa diterima.

Lebih jauh lagi, ia mengancam negara manapun yang mendukung investigasi dan bekerjasama dengan ICC akan menjadi target sanksi dari AS.

Ia berjanji untuk “mencatat” negara-negara yang bekerjasam dengan ICC, dan memperingatkan bahwa tindakan itu akan mempengaruhi hubungan mereka dengan AS dan AS dapat mencabut bantuan dana kepada negara tersebut.

Pada Mei lalu, kemenlu Palestina meminta ICC untuk menyusut “kejahatan terhadap kemanusiaan” Israel dan kebijakan pemukiman ilegal negara itu. Kejahatan yang didakwakan kepada rezim Israel adalah diantaranya pengusiran, penghancuran rumah-rumah warga Palestina, dan pembunuhan demonstran damai di Gaza. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*