Washington, LiputanIslam.com–Pemerintah AS telah mengizinkan ribuan kasus pernikahan anak selama satu dekade terakhir meski sering mengecam negara lain atas kasus yang sama.

Menurut laporan yang dirilis baru-baru ini oleh Senat AS, antara tahun 2007 sampai 2017, Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS) dari Departemen Keamanan Dalam Negeri telah menyetujui 5.500 permohonan dari pria-pria imigran untuk membawa pengantin anak-anak masuk ke Amerika.

Selain itu, terdapat 3.000 kasus anak di bawah umur yang berusaha membawa masuk pasangan atau tunangan yang lebih tua, disetujui oleh sistem ini.

Sebanyak 95% dari seluruh kasus ini, anak yang di bawah umur berjenis kelamin perempuan.

Salah satu contoh kasus adalah seorang pria berusia 55 tahun yang meminta izin masuk bagi pengantin anak berusia 13 tahun. Permohonan ini disetujui oleh pemerintah AS.

Tingginya angka kasus seperti ini sebagian besar diakibatkan oleh Undang-Undang Keimigrasian dan Kebangsaan yang tidak menentukan usia minimum untuk menikah.

“Di mana pun kita pergi, para legislator dan pemerhati kekerasan dalam rumah tangga terkejut bahwa kita mengizinkan pernikahan anak di hampir setiap negara bagian AS,” kata direktur senior AHA Foundation, Amanda Parker. AHA Foundation merupakan organisasi yang berjuang melawan pernikahan paksa.

“Kita mengira ini adalah masalah yang terjadi di negara lain… AS mengecam pernikahan anak di luar negeri, tetapi kita tidak mengambil langkah untuk mengecam kasus di negara sendiri,” kata Parker. “Ini adalah masalah kesadaran.” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*