Washington, LiputanIslam.com–AS telah menjadi penyeleweng HAM terbesar di dunia sejak Perang Dunia II, karena menyebabkan kematian lebih dari 20 juta selama kurun waktu 70 tahun. Demikian kata seorang pemerhati politik asal Virginia, Keith Preston.

Preston merujuk kepada sebuah studi yang dilakukan oleh sejahrawan Amerika, James Lucas, yang mengungkapkan bahwa militer AS bertanggungjawab atas kematian antara 20 sampai 30 juta orang dalam berbagai perang dan konflik di 37 negara.

“Dalam hal kebijakan domestik, pemerintah AS menggalakan, atau setidaknya mengabaikan pelanggaran HAM di dalam negeri, termasuk isu kemiskinan, kejahatan, rasisme, dan kekerasan senjata api,” papar Preston, yang merupakan editor website AttacktheSystem.com, kepada Press TV pada Rabu (26/7/18).

Baru-baru ini, mantan Presiden AS Jimmy Carter mengatakan bahwa negaranya telah kehilangan posisi sebagai pemimpin HAM global di bawah pemerintahan Donald Trump.

Namun, Preston menilai bahwa AS sejak awal tidak pernah menjadi pemimpin HAM dunia, melihat banyaknya kasus kejahatan yang dilakukan Negeri Paman Sam itu di dalam negeri maupun di luar.

“Ide bahwa AS adalah juara HAM atau memiliki pengaruh untuk menyebarkan perdamaian atau hal-hal seperti itu sangat bodoh,” catatnya.

“AS hanyalah imperium dunia modern, sama seperti imperium Inggris sebelumnya,” jelasnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*