Washington, LiputanIslam.com–Wakil Presiden AS, Mike Pence, telah mengumumkan sanksi baru AS terhadap para sekutu Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (25/2). Hal itu diumumkan Pence setelah bertemu dengan para pemimpin Amerika Latin, termasuk presiden sementara Venezuela, Juan Guaido di Kolombia. Sanksi tersebut menyusul kekerasan yang pecah akhir pekan  lalu antara pasukan keamanan yang setia kepada Maduro dan kelompok oposisi yang didukung AS.

Venezuela saat ini sedang mengalami hiperinflasi, serta kekurangan makanan dan obat-obatan. Maduro terus menolak pengiriman bantuan dari AS dan menyebut hal itu adalah upaya AS untuk mendapatkan kekuasaan di negaranya.

“Peristiwa tragis akhir pekan terakhir ini hanya memperkuat tekad AS untuk mendukung Anda [Guaido—red], untuk berdiri dengan orang-orang yang mencintai kebebasan di Venezuela,” kata Pence kepada Guaido pada pertemuan di Bogota, Kolombia, Bogota.

Pence juga mendesak negara-negara Amerika Latin lainnya untuk membekukan aset PDVSA, perusahaan minyak milik negara Venezuela, dan untuk membatasi visa bagi pejabat yang dekat dengan Maduro.

“Mulai hari ini, Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada para pejabat rezim, termasuk tiga gubernur negara perbatasan yang terlibat dalam kekerasan akhir pekan lalu dan seorang anggota lingkaran dalam Maduro,” katanya, seraya menambahkan bahwa AS berdiri bersama Guaido “100 persen”.

Pada hari Jumat, dua orang tewas dalam konfrontasi di perbatasan Brasil-Venezuela ketika upaya pengiriman bantuan dilakukan dari sana. Pasukan keamanan Venezuela menembakkan gas air mata dan peluru karet dari sisi negara mereka dari jembatan Simon Bolivar di Cucuta – titik masuk utama antara Kolombia dan Venezuela – sementara oposisi Venezuela berusaha memasukkan truk-truk yang berisi bahan bantuan.

Hampir 300 orang terluka, menurut PBB. Tiga truk juga dibakar di jembatan Cucuta yang lainnya dan kendaraan yang tersisa dikirim kembali ke Cucuta.

Guaido yang diakui oleh sebagian besar negara Barat sebagai pemimpin sah Venezuela, meminta semua kekuatan asing “untuk mempertimbangkan semua opsi dalam mengusir Maduro”.

Sebagai tanggapan, Maduro dalam akun twitternya menyatakan bahwa Venezuela akan  meyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa “kekaisaran [AS] dan antek-anteknya”.

Sementara itu China, yang mendukung Maduro, mengatakan pihaknya menentang “intervensi oleh kekuatan eksternal dalam urusan internal Venezuela”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, mengatakan pada hari Senin bahwa mereka juga menentang penggunaan “bantuan kemanusiaan” untuk melayani tujuan politik dan meningkatkan ketidakstabilan dan bahkan kekacauan di Venezuela. (ra/aljazeera)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*