Washington, LiputanIslam.com—Senat AS meloloskan sebuah RUU pada Rabu (1/8/18) yang akan memberikan dana bantuan militer kepada Israel sebanyak $3,3 milyar dan lebih dari $500 juta untuk pertahanan rudal selama tahun depan.

RUU bernama “United States-Israel Security Assistance Authorization Act of 2018,” ini diperkirakan akan dipilih lewat voting pada minggu depan. Jika diterima dan ditandatangangi oleh Presiden Trump, UU ini akan menjadi paket bantuan militer terbesar dalam sejarah Amerika.

Kucuran bantuan yang masif kepada militer Israel merupakan hasil dari  nota kesepahaman 2016 mengenai bantuan keamanan antara pemerintah Israel dan AS. Nota ini menyepakati pendanaan sebanyak $3,8 milyar pertahun kepada Israel selama 10 tahun ke depan.

Jurnalis Whitney Webb, dalam artikelnya yang dimuat di Mintpress News, mengkritik paket bantuan AS ini karena ditujukan kepada militer Israel yang melakukan serangan kepada demonstran Palestina dan “menguasai” wilayah Palestina.

Sejak 30 Maret tahun ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) — pasukan utama yang menerima dana milyaran dari dompet para pembayar pajak AS — telah menewaskan 164 warga Palestina, termasuk 26 anak, jurnalis, dan petugas medis.

“Pelanggaran HAM yang genting ini seharusnya mencegah pemerintah AS mendanai Israel, berdasarkan Hukum Leahy yang mengizinkan AS menghentikan bantuan militer … kepada pasukan keamanan luar negeri jika mereka melakukan Pelanggaran Berat HAM (GVHR).

Delik GVHR termasuk: pembunuhan ekstrayudisial; penyiksaan;  hukuman atau perlakuan yang jahat dan tak berkemanusiaan; penahanan berkepanjangan tanpa dakwaan dan pengadilan; membuat orang menghilang dengan penculikan; dan penolakan menyolok atas hak untuk hidup, bebas, atau keamanan manusia,” demikian tulis Webb.

Namun, melihat fakta bahwa Israel telah melakukan Pelanggaran Berat HAM sejak pendiriannya pada 1948, dan tetap menerima lebih dari $133 milyar bantuan dari AS, “pemerintah AS memperjelas lagi kesediaan mereka untuk membelokkan hukum jika itu berhubungan dengan Israel,” paparnya. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*