Washington, LiputanIslam.com— Pemerintah AS diam-diam berencana memberikan bantuan militer sebanyak $3,3 miliar pertahun kepada Israel. Kebijakan ini diloloskan oleh dewan perwakilan rakyat AS pada Rabu (12/9/18) tanpa banyak diliput oleh media.

UU resmi bernama “Ileana Ros-Lehtinen United States-Israel Security Assistance Authorization Act of 2018,” itu akan dikirim ke meja Presiden Trump untuk ditandatangani. Menurut Skopos Labs, UU ini memiliki peluang 90 persen untuk disahkan. Jika sah, ini akan menjadi paket bantuan militer terbesar sepanjang sejarah Amerika.

Sebagaimana dilaporkan oleh  MintPress News sebelumnya , angka $3,3 miliar sebelumnya merupakan batas maksimum bantuan militer AS kepada Israel. Namun, angka maksimum ini akan ditingkatkan pada tahun ini.

Angka mengejutkan ini kira-kira berbanding $23.000 untuk setiap keluarga Yahudi di Israel.

Bantuan dana masif pemerintah AS kepada Israel diberikan di tengah ketegangan di perbatasan Gaza di mana militer Israel menyerang demonstran damai Palestina dengan senjata.

Menurut laporan dari MintPress, penyelewengan HAM seburuk itu seharusnya mencegah pemerintah AS menyalurkan dana kepada Israel. Sebab, menurut Hukum Leahy, AS wajib mencabut bantuan militer dari unit sampai individual dari pasukan keamanan asing jika negara yang bersangkutan melakukan penyelewengan HAM.

Selain bantuan militer $3,3 miliar, kebijakan lain dari pemerintah AS yang bertujuan untuk menguntungkan Israel adalah UU pembentukan duta istimewa yang bertugas memonitor “anti-Semitisme” dan kritik atas Israel dari seluruh dunia.

Menurut isi UU berjudul “Special Envoy to Monitor and Combat Anti-Semitism Act of 2017” – duta ini akan “bekerja sebagai penasehat utama dan mengkoordinasi upaya di seluruh dunia… untuk mengalahkan anti-Semitisme dan hasutan anti-Semitik yang terjadi di luar negeri.” (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*