London, LiputanIslam.com—Pemilihan Boris Johnson sebagai perdana menteri baru Inggris telah memicu kecemasan bagi komunitas Muslim Inggris.

Mantan ketua Forum Muslim Konservatif (CMF), Mohammed Amin, menulis di media Middle East Eye bahwa Johnson tidak layak menjadi pemimpin karena ketidakpeduliannya terhadap apa-apa yang “fakta atau fiktif”. Dia juga dianggap oportunis dan akan melakukan apapun demi karirnya.

Tulisan Amin ini patut diberi perhatian sebab dia telah menerima banyak tekanan agar mengundurkan diri dari jabatan ketua CMF setelah ia menolak mendukung Johnson. Ia pun akhirnya melepaskan jabatannya pada 23 Juli setelah Johnson terpilih sebagai pemimpin partai Tory yang baru.

Menurut analisis dari jurnalis investigatif Rupert Cansell, kepemimpinan Boris Johnson memang membuat sejumlah pemimpin Muslim Inggris khawatir.

Sebagai seorang penulis yang produktif, Johnson pernah menulis buku berjudul The Dream of Rome pada tahun 2007. Dalam salah satu babnya yang berjudul “Dan Kemudian Datanglah Muslim“, ia menulis bahwa agama Islam telah membuat masyarakat Muslim tertinggal “berabad-abad di belakang”.

Johnson juga pernah menyerang Muslim dengan cara yang tidak senonoh. Dalam salah satu kolomnya yang dimuat Daily Telegraph pada 5 Agustus 2018, ia menyamakan wanita Muslim yang mengenakan burka dengan “kotak surat”.

Dewan Muslim Inggris, sebuah organisasi yang mewakili ratusan masjid dan organisasi pendidikan dan amal, menuding Johnson sebagai “kaki tangan kelompok sayap-kanan.” Pejabat berumur 55 tahun ini dianggap tidak akan banyak membantu mengatasi masalah Islamofobia yang mengakar di dalam partai Tory.

Di dalam sebuah film dokumenter Channel 4 berjudul “Battle For The Tory Party“, terungkap sebuah statistik tentang tingkat intoleransi yang mengkhawatirkan di dalam partai konservatif itu. Sebanyak 56 persen anggota partai Tory percaya bahwa Islam adalah ancaman bagi kehidupan Inggris. Statistik ini mirip dengan survei yang diselenggarakan oleh YouGov bersama kelompok anti-rasisme HOPE not hate. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*