Washington, LiputanIslam.com–Kasus hilangnya jurnalis Jalam Khashoggi membuat Arab Saudi menerima banyak ancaman dari negara-negara Barat.

Menlu Inggris, Jeremy Hunt, berserta rekan-rekannya dari Prancis dan Jerman memperingatkan bahwa akan ada “konsekuensi” jika pemerintah Saudi ditemukan terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Pada Kamis (18/10/18), Presiden AS Donald Trump mengaku percaya bahwa Khashoggi sudah meninggal dan akan ada konsekuensi yang berat bagi para pelaku.

Namun, menurut penulis dan analis politik asal Amerika, Daniel Patrick Welch, Barat sebenarnya terlibat dalam kejahatan Saudi dan ancaman-ancaman itu hanyalah untuk sandiwara.

“Di satu sisi, kita tidak bisa membayangkan jika seorang jurnalis New York Times dibunuh di Venezuela atau di konsulat Rusia, atau tempat lain yang akan langsung menyebabkan pengemboman drone di mana-mana,” katanya.

“Namun, kemarahan [Barat] benar-benar palsu karena mereka bekerjasama dengan orang-orang gila pemenggal kepala ini—baik di kerajaan [Saudi] dan maupun di Washington dan London—para penjahat yang berkomplot dalam waktu yang lama,” tambah sang analis.

Menurutnya, AS terbiasa mengorbakan siapapun yang tidak lagi sesuai dengan kepentingan mereka, tetapi bukan ini yang terjadi dalam kasus Arab Saudi.

“Para pengkritik [Barat] ini tidak menyebut-nyebut kehancuran Yaman yang disokong AS. Mereka hanya menyebut kematian satu jurnalis ini. Itu menyedihkan. Ada jutaan orang di Yaman yang mengalami kelaparan karena hubungan rezim antara AS dan kerajaan Arab Saudi…” paparnya.

“Dan tidak ada alasan untuk mengharapkan konsekuensi serius atas hal ini … mungkin hanya pemindahan jabatan para petinggi, tapi tidak akan ada sanksi keras,” imbuhnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*