Sumayye Erdogan

Sumayye Erdogan

Buah jatuh tidaklah jauh-jauh dari pohonnya. Mungkin, ungkapan tersebut sangat relevan untuk menggambarkan sepak terjang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan anaknya dalam mendukung kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dari laporan yang dirilis Globalresearch.ca, diungkapkan bahwa Sumeyye Erdogan secara diam-diam memberikan bantuan medis kepada teroris ISIS yang terluka saat berperang di Suriah.

Di Şanlıurfa, sebuah kota yang terletak di bagian tenggara Turki dan dekat dengan perbatasan Suriah, Summeye Erdogan memainkan peran. Dari kota inilah, teroris ISIS yang terluka mendapatkan perawatan pertama, untuk kemudian dikirim ke rumah sakit di Turki.

Informasi ini datang dari seorang perawat yang tinggal pada sebuah apartemen bobrok di pinggiran Istanbul bersama kedua orang anaknya. Selama tujuh minggu, ia bekerja di rumah sakit militer rahasia di Şanlıurfa, namun a menolak menyebutkan identitasnya karena takut.

“Hampir setiap hari ada beberapa truk militer Turki yang membawa puluhan anggota teroris ISIS yang tengah terluka parah ke rumah sakit rahasia tersebut, kami harus mempersiapkan kamar operasi dan membantu dokter dalam menangani pasien,” ungkapnya.

“Saya digaji murah, hanya $ 7.500 dan mereka tidak mengetahui keyakinan yang saya anut. Sesungguhnya, saya adalah penganut Alawite, dan sejak Erdogan memegang tampuk kekuasaan ia telah menunjukkan penghinaan bagi Alawite yang minoritas.”

“Mereka tidak mempercayai Alawi. Tak lama saat mereka menyadari keyakinan saya, maka gelombang intimidasi pun akan dimulai. Saya tahu banyak apa yang terjadi di korps tersebut, saya telah melihat Sumeyye Erdogan di kantor pusat Şanlıurfa. Saya benar-benar takut, saya menyesal mengapa turut mendaftar dalam program tersebut.”

Seperti yang kita lihat, isu sekterian digunakan untuk memerangi Suriah yang dipimpin oleh Presiden Bashar al-Assad. Ia merupakan penganut Alawite, dan baik media Barat maupun Arab mempropagandakan sekte Alawite ini sebagai sempalan dari Syiah yang memusuhi dan membantai penganut Ahlussunah/Sunni. Dan sejak meletusnya pemerontakan di Suriah pada awal 2011, Erdogan secara terang-terangan telah membantu memfasilitasi kelompok teroris yang menginginkan kejatuhan Bashar al-Assad. Turki membiarkan wilayah perbatasannya menjadi jalur keluar masuk bagi para teroris yang hendak masuk ataupun keluar dari Suriah. Erdogan juga mengirim militer Turki melakukan intervensi langsung di wilayah Suriah.

Summeye Erdogan yang mengenyam pendidikan di London, tidak hanya sekali menunjukkan keinginannya menuju Mosul, salah satu kota terbesar di Irak yang saat ini masih dikuasai oleh ISIS. Ia ingin menjadi relawan, dan hal ini menyebabkan kemarahan publik serta kecaman keras dari partai oposisi di Turki.

bilal

Bilal Erdogan bersama anggota ISIS

Bilal Erdogan

Lain Sumeyye, lain pula yang dilakukan oleh Bilal Erdogan, putra ketika Recep Tayyip Erdogan dalam mendukung teroris ISIS.

Walaupun Presiden Erdogan kerap menitikkan air mata untuk menunjukkan dukacita mendalam atas rakyat Suriah yang menderita kelaparan dan ketakutan oleh ancaman ISIS, namun ia menyembunyikan fakta bahwa anaknya sendiri, Bilal Erdogan, terlibat dalam bisnis kotor: menyelundupkan minyak hasil jarahan dari Suriah dan Irak. Bilal memiliki beberapa perusahaan yang bergerak di sektor maritim, dan diduga telah menandatangani kontrak dengan perusahaan yang beroperasi di Eropa dan negara–negara Asia yang menperjual-belikan minyak jarahan.

ISIS yang menguasai beberapa kilang minyak Irak, lantas menjualnya kepada Bilal Erdogan dengan harga yang murah. Bilal memiliki dermaga khusus di Beirut dan Ceyhan yang berfungis untuk menyelundupkan minyak mentah dari ISIS. Partai-partai oposisi Turki berulang kali menuduh Erdogan sudah tidak mampu lagi menutupi keteribatan Bilal dalam skandal transaksi minyak jarahan yang menjadikan ISIS sebagai kelompok teroris kaya raya.

“Presiden Erdogan mengklaim bahwa menurut konvensi transportasi internasional tidak ada pelanggaran hukum tentang kegiatan terlarang Bilal. Menurut dia, anaknya melakukan bisnis biasa dengan perusahaan-perusahaan Jepang yang terdaftar, tetapi sebenarnya Bilal Erdogan terlibat dalam kegiatan mendukung terorisme. Hanya saja, selama ayahnya masih berkuasa, maka ia akan kebal dari tuntutan hukum apapun,” terang pejabat senior Partai CHP.

Ia juga menggaris-bawahi bahwa perusahaan maritim Bilal Erdogan itu, BMZ Ltd, dianggap sebagai bisnis keluarga. Lalu, kerabat dekat Presiden Erdogan yang memiliki saham di BMZ menyalahgunakan dana publik dan mengambil pinjaman dari bank Turki.

Laporan keterlibatan Turki dalam jual beli minyak hasil jarahan ISIS juga pernah dikemukakan oleh David L Philips melalui papernya yang diupdate pada 9 Januari 2015 di Huffingtonpost.com.

Menurut Philips,

* Pada tanggal 13 September 2014, The New York Times melaporkan pada upaya pemerintahan Obama untuk menekan Turki terkait dengan transaksi minyak. James Philips dari Heritage Foundation berpendapat bahwa Turki belum sepenuhnya menghentikan jaringan peredaran minyak ISIS karena mereka mendapatkan keuntungan, yaitu bisa membeli minyak dengan harga murah.

*Fehim Taştekin menulis pada media Radikal, 13 September 2014, bahwa ada pipa ilegal yang menyalurkan minyak dari Suriah ke kota-kota perbatasan terdekat di Turki. Minyak dijual kurang lebih seharga 1,25 lira per liter. Taştekin menunjukkan bahwa banyak dari pipa ilegal dibongkar setelah beroperasi selama 3 tahun setelah artikelnya dipublikasikan.

* Menurut laporan Diken dan OdaTV, David Cohen dari Departemen Kehakiman AS, mengatakan bahwa ada orang-orang Turki yang bertindak sebagai perantara untuk membantu menjual minyak ISIS melalui Turki.

*Pada tanggal 14 Oktober 2014, anggota parlemen Jerman dari Partai Hijau menuduh Turki berperan atas pengangkutan senjata untuk ke ISIS di wilayahnya, yang disertai dengan transaksi jual beli minyak. (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL