Mine_resistant_ambush_protected_vehiclesLiputanIslam.com — Pada tahun 2007 lalu sutradara Aaron Russo membuat film dokumenter “America: Freedom to Fascism” yang memberi pesan kepada rakyat di negaranya bahwa Amerika tengah berubah menjadi negara fasis.

Ciri dasar sebuah negara fasis adalah pengawasan aparat pemerintah yang sangat kuat terhadap rakyatnya sendiri. Dan hal itu kini telah terjadi di Amerika, dan karenanya Amerika pun layak disebut sebagai negara fasis.

Dengan nilai lebih dari $600 miliar, anggaran pertahanan yang dihabiskan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dalam setahun membuat negara-negara maju saingannya seperti Cina, Rusia, Jepang dan Jerman seperti liliput. Namun itu belum cukup bagi negara Amerika. Anggaran triliun dihabiskan setiap tahun untuk mempersenjatai personil lembaga-lembaga sipil negara.

Di Amerika tidak saja anggota kepolisian yang dipersenjatai, namun juga pegawai departemen pertanian. Dan senjata yang digunakan para polisi tidak lagi sekeder senapan serbu, melainkan juga kendaraan pengangkut personil lapis baja yang didisain khusus untuk menahan ledakan ranjau dan bom pinggir jalan, sebagaimana digunakan militer Amerika di Afghanistan dan Irak.

Baru-baru ini New York Times membuat laporan yang mengejutkan, meski tidak terlalu mengejutkan bagi Aaron Russo tentunya. Laporan tersebut menyoroti program-program buatan leslatif Amerika berupa transfer senjata dan pelatihan militer oleh Departemen Pertahanan kepada polisi-polisi di daerah-daerah yang jauh dari potensi terjadinya serangan terorisme.

Secara rutin polisi-polisi di kota-kota kecil itu menerima persenjataan secara cuma-cuma, berupa detektor ranjau rahasia, senapan mesin kedap suara hingga Mine-Resistant Ambush Protected armored vehicle (MPRAP) atau kendaraan lapis baja anti ranjau.

Sejak tahun 2006 telah lebih dari 4300 MPRAP telah diserahkan kepada aparat kepolisian daerah di seluruh negara bagian. Dengan harga mencapai miliaran rupiah per-unit, kendaraan-kendaraan itu dirancang sebagai kendaraan tempur di wilayah konflik.

November tahun lalu New York Daily News melaporkan bahwa sebanyak 165 MRAP telah diserahkan kepada kepolisian New York dalam setengah tahun dan sebanyak 731 lainnya masih dalam daftar tunggu.

“Ini kendaraan lapis baja, berat dan menakutkan. Dan ini gratis,” kata Sherif Albany County, Craig Apple, satu dari 5 kapolsek di negara bagin New York.

Selanjutnya Wall Street Journal melorkan bahwa departemen pertahanan AS memiliki 13.000 MRAP yang merupakan kelebihan dari kebutuhan awal.

“Kami telah memberitahu teman-teman (aparat pemerintah lain) bahwa kami memiliki kelebihan MRAP dan jika mereka membutuhkannya, mereka bisa memilikinya,” kata Alan Estevez, seorang pejabat di Departemen Pertahanan AS kepada Wall Street Journal.

Menurut laporan terbaru dari New York Times wartawan Matt Apuzzo, MRAP dan peralatan militer lainnya telah diserahkan ke lembaga penegak hukum negara bagian dan lokal dalam jumlah besar.

“Selama pemerintahan Obama, menurut data Pentagon, departemen kepolisian telah menerima puluhan ribu senapan mesin; hampir 200.000 magasin peluru; ribuan keping kamuflase dan peralatan melihat malam hari; dan senjata mesin berperedam, mobil lapis baja dan pesawat, “tulis Apuzzo.

Juga dalam beberapa kasus yang lebih jarang, terdapat transfer senapan serbu M-16, peluncur granat, peredam suara dan banyak lagi.

Sejak 2008 Apuzza melaporkan, hampir 900 MRAP dan kendaraan lapis baja lainnya telah diserahkan oleh Pentagon untuk lembaga kepolisian, serta 533 pesawat, 93.763 senapan mesin dan 180.718 magazin.

Enam negara bagian telah menerima magasin dari militer yang dapat menampung minimal 100 peluru, dan lembaga pemerintahan di 22 negara bagian yang total bahkan telah diberikan detektor ranjau darat. Delapan lembaga negara bagian Indiana telah diberikan MRAP, dan Times mencatat bahwa penegakan hukum di 38 negara telah menerima peredam dari Pentagon – termasuk polisi di Walsh County, North Dakota, di mana hanya sekitar 11.000 penduduk tinggal.

Tahun lalu, sebuah investigasi oleh Associated Press mengungkapkan bahwa “bagian yang tidak proporsional” sebesar $ 4,2 miliar dari inventaris Pentagon telah diserahkan kepada aparat kepolisian di daerah-daerah.

Di Neenah, Wisconsin, misalnya, Apuzza menulis bahwa kota hanya 25.000 itu sekarang telah memiliki kendaraan lapis baja, meskipun jauh di bawah rata-rata nasional berkaitan dengan kejahatan.

Tapi Kepala Kepolisian Neenah Kevin E. Wilkinson dan rekan-rekannya di kota-kota kecil mengatakan bahwa memperoleh barang-barang tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan, tujuan kedua bagi penegakan hukum.

“Kami tidak akan pergi ke sana sebagai petugas tanpa pelindung tubuh dan hanya pistol,” kata Wilkinson kepada Times.

Di banyak kota, mendapatkan barang ini dari Pentagon adalah satu-satunya pilihan yang terjangkau. Kapten Vic Wahl dari Madison, Wisconsin mengatakan kepada AP baru-baru ini bahwa ia lebih suka unit penyelamatan yang lebih
tradisional sipil tapi masalahnya, katanya, adalah “mereka tidak mengijinkan pergi.”

“Ini adalah harga yang benar ,” kata Wahl.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL