Gaza, LiputanIslam.com–Rezim Israel tengah mengupayakan kebijakan pembunuhan anak-anak muda Palestina dalam rangka membuka jalan bagi pengurangan populasi negara Arab itu hingga nol. Demikian kata aktivis Paul Larudee.

Larudee, yang merupakan pendiri Gerakan Pembebasan Palestina, menyatakan hal tersebut dalam wawancara dengan Press TV pada Sabtu (6/10/18).

“Israel memilih membunuh anak-anak muda. Itu karena mereka ingin adanya pengurangan populasi Palestina dan faktanya, mereka ingin warga Palestina musnah hingga nol…,” paparnya.

Pada hari Jumat kemarin, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan kematian anak usia 12 tahun bernama Faris Hafez al-Sarasawi. Anak itu tewas ditembak oleh tentara Israel dalam demo “The Great March of Return” di Kota Gaza.

Larudee menilai, alasan Israel membunuh anak Palestina usia 12 tahun adalah karena anak seusia itu “belum memiliki keturunan, dan mereka ingin memastikan [warga Palestina] tidak lagi memiliki keturunan.”

Jadi, “mereka ingin menghapus sebanyak mungkin warga Palestina. Lebih cepat lebih baik, lebih banyak lebih baik, dengan cara apapun yang bisa dilakukan,” ujar sang aktivis kelahiran Iran itu.

“Di Israel, pembunuhan tidak melawan hukum jika kita orang Yahudi dan korbannya non-Yahudi,” tambahnya.

Hampir 200 warga Palestina tewas dibunuh tentara Israel sejak 30 Maret tahun ini. Sementara lebih dari 21.600 lainnya mengalami luka-luka. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*