Caracas, LiputanIslam.com— Sanksi AS yang dijatuhkan kepada Venezuela menyebabkan negara Latin itu rugi $6 miliar sejak Agustus 2017.

Hal ini semakin memperburuk kondisi kesehatan dan akses ke kebutuhan dasar bagi jutaan warga Venezuela.

Seperti laporan terbaru pada Oktober lalu, pemerintah Trump menegaskan bahwa mereka telah mempersiapkan sanksi yang lebih kuat terhadap negara ini, yaitu dengan menendang Venezuela dari pasar global.

Bukan hanya Venezuela, AS juga secara umum mempersiapkan serangan terhadap negara-negara Amerika Latin yang cenderung mengarah ke kiri atau sosialis.

Menurut laporan dari pengamat Kanada, Joe Emersberger, sanksi AS memang berdampak langsung atas penderitaan rakyat Venezuela.

Emersberger memaparkan bahwa sebelum ini, produksi minyak mentah Venezuela sudah mengalami penurunan bertahap antara Januari 2016 sampai Agustus 2017 karena harga yang jatuh. Pada saat itu, ketika sanksi AS mulai berlaku, produk minyak langsung jatuh ke level terendah, dan warga Venezuela-lah yang menanggung akibatnya secara langsung.

Minyak adalah sumber utama pendapatan dan investasi asing bagi Venezuela. Tanpa pendanaan dari perusahaan minyak milik negara, pemerintah berjuang untuk menyediakan layanan kesehatan bagi penduduknya, terutama bagi wanita hamil, yang terluka, orang tua, anak-anak, dan mereka yang menderita penyakit kronis.

Seperti halnya Iran, Suriah, dan Irak, sanksi atas Venezuela merupakan bagian dari strategi Washington untuk menyebarkan gejolak sipil dan pada akhirnya meruntuhkan pemerintahan dari dalam dengan mencekik mereka keluar dari pasar global.

Menurut Brookings Institution, lebih dari 4 juta warga Venezuela, atau 10% populasi,  telah meninggalkan negara itu sebagai pengungsi ekonomi. Selain itu, angka kematian bayi naik 30 persen hanya di tahun 2016. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*