Foto: JPnn

Foto: JPnn

Jakarta, LiputanIslam.com— Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Abraham Samad berurai airmata saat memberikan keterangan kepada pers mengenai masalah yang sedang menimpa KPK saat ini. Abraham memberikan keterangan mulai dari penangkapan pimpinan KPK Bambang Widjojanto hingga dirinya yang disebut melakukan lobi politik ke PDI Perjuangan.

Abraham menyampaikan terima kasih kepada para tokoh yang sudah hadir memberikan dukungan ke KPK. Saat itu, nada bicara Abraham sudah berbeda.

“Semalam, saya sempat bersama dengan Pak BW. Pak BW cerita, dia sudah merasa akan jadi target, sama seperti saya,” kata Abraham.

“Pak Abraham, ini malam mungkin malam terakhir buat kita. Tapi, percayalah, bahwa kita di KPK, apa pun yang terjadi, kita tetap tegar,” kata Abraham menirukan ucapan Bambang.

Saat itulah Abraham mulai menangis. Dia sempat terisak dan terdiam sejenak saat memberikan keterangan.

Abraham ditemani oleh Deputi Pencegahan KPK Johan Budi, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain, serta mantan pimpinan KPK Erry Riyana Hardjapamekas. Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat pendukung KPK.

Meski Bambang telah dijadikan tersangka oleh Polri, namun KPK menduga adanya kemungkinan jika Abraham juga akan dikriminalisasi oleh Polri. Saat ini, muncul dugaan Abraham akan dijadikan sasaran karena Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto baru saja buka-bukaan bahwa Abraham sempat bertemu elite untuk dijadikan cawapres Jokowi pada pilpres 2014 lalu.

“Kami di KPK sudah pada sikap tidak ada rasa takut atau khawatir. Karena khawatir juga tidak ada gunanya,” kata Johan Budi, seperti dilansir kompas.com, 23 Januari 2015.

Jika Abraham dikriminalisasi, artinya tinggal tersisa dua pimpinan KPK, yakni Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain. Pasalnya, setiap pimpinan KPK yang ditetapkan sebagai tersangka harus non aktif untuk sementara waktu.

Namun, Johan menilai hal itu bukanlah masalah. Apalagi jika Polri memang memiliki bukti yang kuat mengenai pelanggaran yang dilakukan pimpinan KPK, maka lembaganya akan menindaklanjuti. Hanya saja, Johan meminta tak ada lagi penangkapan yang dilakukan tanpa bukti yang jelas dan prosedur yang tidak sesuai.

“Kalau di sana sudah kuat buktinya ya silakan ditindaklanjuti. Kami tetap melakukan tugas saja, nanti publik yang menilai,” ujar Johan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL