Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

9 Anak Tewas Akibat Lubang Tambang Maut di Samarinda

Published 03/01/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

 

salah satu lubang tambang maut di Samarinda (foto: suaraagraria.com)
salah satu lubang tambang maut di Samarinda (foto: suaraagraria.com)

Samarinda, LiputanIslam.com--Hingga tutup tahun 2014, setidaknya ada 9 bocah kecil yang tewas di lubang tambang di Samarinda sejak 2011. Demikian dilaporkan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM).

Bocah yang menjadi korban pada tahun 2014 adalah Nadia Zaskia Putri (10) dan Muhamad Raihan (10). Nadia tewas  pada tanggal 8 april 2014, di Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Samarinda. Ia terjatuh ke dalam lubang tambang yang diduga milik perusahaan kontraktor Cahaya Ramadhan dan PT Energi Cahaya Industritama (ECI). Nadia ditemukan tewas dalam posisi yang sangat mengenaskan,  kepalanya terbenam lumpur dengan masih mengenakan seragam sekolah.

Sementara itu,  Raihan tewas pada 22 Desember 2014 setelah terperosok dalam lubang tambang maut yang diduga kuat milik PT. Graha Benua Etam (GBE). Lubang tambang itu dibiarkan menganga tanpa peringatan selama tiga tahun.

JATAM Kaltim menuding ada bau pelanggaran pidana dalam kasus tewasnya Muhamad Raihan. Lubang itu dibiarkan menganga selama tiga tahun lamanya, maka perusahaan telah melanggar Pasal 19-21 Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2010, yang memerintahkan bahwa paling lambat 30 hari kalender setelah tidak ada kegiatan tambang pada lahan terganggu wajib direklamasi.

Berdasarkan pantauan JATAM Kaltim lubang bekas tambang itu juga diduga jaraknya hanya sekitar 50 meter dari perumahan penduduk. Ini berarti telah melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 4 Tahun 2012 Tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batubara yaitu jarak 500 meter tepi lubang galian dengan pemukiman warga.

Perusahaan juga diduga tidak memasang tanda peringatan di sekitar lubang tambang, maka telah melanggar ketentuan teknik tambang seperti yang dimuat dalam keputusan menteri ESDM nomor 55/K/26/MPE/1995, di antaranya: tidak memasang plang atau tanda peringatan di tepi lubang dan tidak ada pengawasan yang menyebabkan orang lain masuk ke dalam tambang.

JATAM Kaltim juga berpendapat terhadap Walikota dan Distamben Kota Samarinda dapat diterapkan Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 112 UUPPLH, sebab unsur “barang siapa”, “karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain” yang tercantum dalam Pasal 359 KUHP maupun Pasal 112 UUPPLH “Setiap pejabat berwenang”, “tidak melakukan pengawasan”, “terhadap ketaatan penanggung jawab usaha” atau “kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan dan izin lingkungan”, “mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan”, “mengakibatkan hilangnya nyawa manusia” telah terpenuhi.

JATAM Kaltim pernah mengirimkan peringatan bahkan hingga DPR RI dan Komnas Anak & Komisi Perlindungan Anak Indonesia 24 April 2013 dan 21 April 2014. JATAM juga menyayangkan Kepolisian yang tidak juga berindak tegas terhadap kasus-kasus tewasnya korban di lubang tambang.
Berikut Data Lengkap Korban Tewas di Lubang Tambang Samarinda 2011-2014:

Kasus satu: Miftahul Jannah, Junaidi dan Ramadhani tewas mengenaskan di Lubang Tambang Batubara di Sambutan, Samarinda pada 13 juli 2011 yang diduga milik Hymco Coal. Status hukum: Mandek, bahkan Pemkot hanya memberi Tali Asih dan menganggap persoalan hukum selesai.

Kasus dua:  Tewasnya bocah bernama Eza dan Ema di lubang tambang batubara diduga milik PT. Panca Prima Mining pada tanggal 24 Desember 2011 di Perumahan Sambutan Idaman Permai, Pelita.  Kasusnya mandek, Pemkot setempat hanya memberi Tali Asih dan menganggap persoalan hukum selesai.

Kasus Tiga: Tewasnya Maulana Mahendra, usia 11 Tahun, di sebuah galian bekas Tambang Batubara diduga milik Said Darmadi 25 Desember 2012. Lokasi lubang tambang di Blok B RT 18 Simpang Pasir, Palaran, Samarinda. Penyelesaian hukumnya tak diketahui  oleh publik.

Kasus empat: Tewasnya Nadia Zaskia Putri, bocah usia 10 tahun. dan Kasus lima: Meninggalnya Muhammad Raihan Saputra. Tewas pada tanggal 22 Desember 2014. 

JATAM Kaltim menyerukan agar DPRD setempat segera menginterpelasi Walikota dengan Hak Interpelasi dan Angketnya agar tidak lagi jatuh korba, Karena,  berdasarkan data yang dikumpulkan JATAM Kaltim, di wilayah tersebut setidaknya ada 150 lubang bekas pertambangan yang dibiarkan terlantar begitu saja.

“Kami ingin pemerintah bertanggung jawab terhadap lubang-lubang tambang yang sampai sekarang menjadi ancaman serius warga Samarinda. Khususnya anak-anak,” kata Haris Retno dari Koalisi Peduli Korban Tambang Batubara.(fa/suaraagraria.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account