ukraine troopsDonetsk, LiputanIslam.com — Sekitar 7.000 prajurit dan ratusan tank dan senjata berat miliki Ukraina terperangkap di 3 lokasi di Ukraina timur.

Sebagaimana laporan kantor berita RIA Novosti dengan mengutip keterangan kelompok separatis Donetsk, Minggu (31/8), ketiga lokasi dimana pasukan Ukraina itu terperangkap adalah di dekat kota Elenovka, Ulyanovskoye dan Stepano-Krynka, ketiganya di Provinsi Donetsk.

Konsentrasi terbesar pasukan yang terkepung adalah di Elenovka. Di lokasi ini terdapat sekitar 5.000 prajurit, 50 tank, lebih dari 200 kendaraan tempur, sekitar 50 peluncur roket Grad dan Uragan, serta lebih dari 100 mortir dan meriam.

Adapun konsentrasi terkecil adalah di Stepano-Krynka. Di lokasi ini terperangkap satu unit pasukan mekanik dan tank yang terdiri dari lebih dari 40 tank, 100 kendaraan militer, 50 peluncur roket Grad dan Uragan, serta lebih dari 60 meriam dan mortir.

Adapun di Ulyanovskoye terperangkap sekitar 2.000 pasukan, lebih dari 30 tank, lebih dari 80 kendaraan lapis baja serta lebih dari 60 meriam dan mortir.

Mariupol Bersiap Hadapi Serangan Pemberontak

Sementara itu pasukan Ukraina dan sebagian warga yang loyal kepada pemerintahan di kota Mariupol kini bersiap-siap menghadapi serangan pemberontak yang didukung Rusia, menyusul jatuhnya wilayah-wilayah lain di sekitar Laut Azov ke tangan pemberontak.

Mariupol menjadi sasaran pemberontak selanjutnya karena dengan menguasai kota ini maka mereka akan menguasai kontrol atas kawasan Laut Azov sepenuhnya dan membuka jalan bagi terbentuknya jalur darat antara Krimea dengan Rusia.

Jubir militer Ukraina Andriy Lysenko mengatakan militer Ukraina telah siap untuk mempertahankan Mariupol dengan mengorganisir patroli 24 jam dan memperkuat pertahanan kota. Tentara dan penduduk juga telah menggali lubang untuk pertahanan di luar kota.

Sementara walikota Mariupol Yuriy Khotlubey mengatakan, ratusan pasukan telah siap berada di pos-pos militer di sekeliling kota.

Sementara penduduk juga telah bersiap-siap dengan caranya sendiri. Sebagian besar penduduk yang tinggal menumpuk persediaan, sementara sebagian lainnya mengungsi ke luar kota melalui pos-pos penjagaan. Sementara itu lebih dari 800 tempat perlindungan bawah tanah telah dipersiapkan untuk menampung penduduk yang mencari perlindungan.

Pemerintah juga menyediakan kereta api gratis bagi penduduk dan pengungsi dari kota lain, yang ingin meninggalkan kota mencari perlindungan di tempat lain.

Namun bagi penduduk yang berbahasa Rusia, kedatangan pemberontak justru dinantikan mereka.

“Jika Rusia datang, tidak akan ada perang di sini. Tidak ada yang ingin terbunuh. Ini akan seperti Krimea. Saya lebih senang bersama tentara Rusia daripada Ukraina,” kata Natalia Obolonskaya, seorang perawat kepada Washington Post, Minggu (31/8).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL