Sumber: tribunnews.com

Bogor, LiputanIslam.com— Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikulturan dan Perkebunan (Distanhorbun), Siti Nurianti mengatakan saat ini Kabupaten Bogor dilanda kekeringan karena musim kemarau. Dampak dari kekeringan tersebut adalah 600 hektare sawah terancam gagal panen atau puso.

Dia menyebutkan, 600 hektare sawah yang terancam tersebut berada di kawasan Jonggol dan Cariu. Jika dalam dua pekan hujan tetap tidak turun, maka gagal panen akan terjadi.

Baca: Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Jabar Alami Kekeringan

“Kalau misalnya dalam dua mingguan lagi sama sekali tidak ada hujan mungkin itu bisa puso,” kata dia, Jumat (5/7).

Dia menyampaikan, memang ada beberapa sawah yang sudah di panen, tetapi hasilnya tidak maksimal karena kekurangan air irigasi. dari setiap hektare sawah yang biasanya bisa menghasilkan sekitar enam ton, kini hanya mampu mengasilkan empat ton dengan kualitas yang tidak lebih baik dari biasanya.

“Walaupun hasil ke depannya tidak maksimal, tetapi itu lumayan,” ujarnya, Minggu (7/7).

Dia menuturkan, jika tidak ada hujan dalam satu bulan ke depan, kerugian akibat gagal panen diperkirakan mencapai lebih dari Rp 3 miliar.

Dia mengungkapkan, saat ini bantuan air masih sulit karena sumber air terdekat dengan sawah mencapai dua kilometer. Akan tetapi, pihaknya telah menyiapkan pompa untuk beberapa daerah yang kekeringan. (sh/tribunnews/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*