pejuang shiahBaghdad, LiputanIslam.com — Setidaknya ada 60.000 pejuang Shiah di luar tentara reguler Irak yang menjaga keamanan kota Baghdad. Demikian pernyataan Komite Dewan Provinsi Baghdad menyebutkan, Selasa (19/5).

Pengumuman itu dikeluarkan menanggapi ancaman yang dikeluarkan kelompok ISIS setelah kelompok itu merebut kota Ramadi, Provinsi Anbar. Demikian seperti dilaporkan Press TV, mengutip kantor berita Kurdi Rudaw.

Pemimpin ISIS Ibrahim al-Samarrai alias Abu Bakr al-Baghdadi, hari Senin, mengeluarkan ancaman akan menyerang Baghdad dan Karbala. Ancaman itu dikeluarkan setelah anggota-anggotanya berhasil merebut kota Ramadi.

Sementara itu untuk merebut kembali kota Ramadi dari kelompok ISIS, sebanyak 3.000 pejuang relawan Shiah telah dikerahkan ke dekat kota itu. Pengiriman tersebut menyusul seruan Perdana Menteri Haider al-Abadi untuk mengusir ISIS dari ibukota provinsi yang mayoritas warganya penganut Sunni itu.

Pada hari Senin (18/5), Dewan Provinsi Anbar mengeluarkan pernyataan bahwa para pejuang Shiah dari Provinsi Babil telah dikerahkan ke pangkalan militer Al-Habaniyah, 30 km sebelah timur Ramadi.

Pejuang-pejuang Shiah kini menjadi tulang punggung pertahanan Irak setelah tentara reguler menunjukkan performa yang buruk. Selain gagal menghadang invasi ISIS di Mosul hingga Tikrit tahun lalu, tentara reguler kembali menunjukkan performa buruknya dengan gagal mempertahankan Ramadi dari serangan ISIS. Para pejuang Shiah pulalah yang berhasil merebut kembali kota Tikrit dari pendudukan ISIS belum lama berselang.

Hari Senin, PBB menyebutkan bahwa serangan ISIS ke Ramadi telah memaksa lebih dari 25.000 warga kota itu untuk mengungsi keluar kota dengan tujuan utama Baghdad.

Sementara itu dikabarkan juga bahwa ISIS telah membebaskan 400 anggotanya yang ditahan di penjara kota Ramadi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL