Hodeida, LiputanIslam.com—Kondisi Yaman akibat agresi Arab Saudi semakin buruk, dimana badan Save the Children melaporkan bahwa terdapat 5,2 juta anak yang mengalami kelaparan di negara itu.

Peringatan Save the Children keluar setelah Saudi yang didukung oleh Inggris dan AS, melancarkan operasi baru untuk memblokade kota pelabuhan Hodeida pada Selasa (18/91/8). Padahal, 90% makanan warga Yaman diimpor lewat Hodeida.

Dengan Saudi menghalangi suplai makanan dan minyak lewat Hodeida,  Save the Children menilai itu dapat “menyebabkan kelaparan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Pada awal bulan ini, badan ini memperkirakan setidaknya  36.000 anak di Yaman — rata-rata 1.600 anak setiap hari— akan mati akibat kelaparan yang ekstrem pada akhir tahun ini.

PBB pun memperingatkan bahwa  akan ada  18,4 juta rakyat Yaman yang mengalami kelaparan pada Desember tahun ini. Sementara, 17,8 juta penduduk negara ini membutuhkan bantuan makanan.

Menurut CEO Save the Children, Helle Thorning-Schmidt, ancaman terbesar rakyat Yaman adalah krisis nutrisi daripada kekurangan makanan.

“Krisis nutrisi di Yaman menyebabkan implikasi serius. Jutaan anak tidak tahu kapan atau apakah makanan akan datang. Di salah satu rumah sakit yang saya kunjungi di Yaman utara, bayi-bayi sampai terlalu lemah untuk menangis, tubuh mereka kelelahan akibat lapar,” paparnya.

Sejak perang dimulai pada awal 2015, koalisi pimpinan Saudi menyerang acara pernikahan, rumah sakit, pembangkit air dan listrik, dan menewaskan ribuan orang.

Pada bulan Juli, 43% serangan koalisi Saudi atas Yaman adalah non-militer, atau menargetkan sipil. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*