bom cluster saudiSana’a, LiputanIslam.com — Saudi Arabia dan sekutunya dituduh telah menggunakan senjata bom cluster yang dilarang oleh masyarakat internasional dalam serangan mereka ke Yaman.

Organisasi pengawas HAM internasional, Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa bom-bom cluster digunakan setidaknya sebanyak 2 kali dalam serangan terhadap kelompok Ansarullah di Yaman. Namun belum ada laporan tentang korban akibat serangan itu. Demikian seperti dilansir BBC News, Minggu (3/4)/

Bom cluster atau bom karpet menyebarkan bom-bom berukuran kecil di area yang cukup luas, dirancang untuk menimbulkan kerusakan hebat pada musuh. Bom ini juga bisa menebarkan ranjau darat di arena musuh. Bom ini dilarang oleh perjanjian internasional yang ditandatangani 116 negara tahun 2008, namun tidak termasuk Saudi Arabia. Demikian juga AS dan negara-negara koalisi Saudi yang menyerang Yaman saat ini, tidak menandatangani perjanjian anti-bom cluster itu.

HRW yang berbasis di AS menyebutkan, salah satu  bom cluster yang digunakan Saudi meledak di wilayah al-Amar di al-Safraa. HRW juga merilis gambar-gambar bekas bom cluster CBU-105 Sensor Fuzed Weapon yang dibuat oleh perusahaan AS Textron Systems Corporation. Bom ini diketahui telah dijual AS ke Saudi dan negara-negara teluk dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah video yang diunggah warga Irak di Youtube juga menunjukkan bekas bom cluster tipe CBU-105.

Lebih dari 1.200 warga Yaman tewas akibat serangan yang dilancarkan Saudi dan sekutu-sekutunya sejak tanggal 26 Maret lalu.

 

Bantah Kirimkan Pasukan Darat

Sementara itu jubir operasi militer Saudi di Yaman, Brigjen Ahmed al-Asiri, membantah laporan yang menyebutkan Saudi telah mengirim pasukan darat ke kota Aden. Ia menyebut pasukan itu adalah loyalis presiden terguling Rabbuh Mansur Hadi.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah munculnya laporan kantor berita AFP tentang keberadaan pasukan Saudi itu, hari Minggu (3/4).

“Pasukan terbatas koalisi (Saudi) telah memasuki Aden dan pasukan lain masih dalam perjalanan,” tulis AFP, mengutip keterangan seorang pejabat Saudi yang tidak disebutkan identitasnya.

Meski dibantah, seorang pemimpin kelompok loyalis Mansur Hadi, membenarkan laporan itu.

“Pasukan (Saudi) itu akan mulai membantu kami dalam pertempuran,” kata pendukung Hadi itu sebagaimana dilansir kantor berita Iran Press TV.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL