Jakarta,LiputanIslam.com-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan tahun 2020 baru tahap persiapan dalam rencana pemindahan ibukota baru ke Kalimantan.

Sedangkan tahap groundbreaking baru pada tahun 2021, dimana yang akan dibangun pertama kali merupakan pusat pemerintahan di atas lahan sekitar 3.000 sampai dengan 6.000 hektare.

“Kita akan menyediakan lahan sekitar 6.000 hektare, tapi mungkin yang akan efektif 3.000 hektare,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas tersebut di Jakarta, Kamis (22/8).

Baca juga: Mardani Ali Sera Nilai Upaya Pemindahan Ibu Kota Tidak Solutif

Sedangkan mengenai anggaran pembiayaan pemindahan ibukota ke Kalimantan, tidak bergantung kepada APBN. Pembiayaan paling besar berasal dari investasi swasta serta BUMN.

Sebelumnya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil memastikan ibu kota negara akan pindah ke Provinsi Kalimantan Timur. Namun lokasi pastinya menunggu keputusan presiden.

Namun Presiden Joko Widodo membantah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil yang menyebutkan bahwa lokasi baru ibu kota negara sudah dipastikan pindah ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut Jokowi, hingga kini pihaknya masih melakukan serangkaian kajian. Sehingga, lokasi dipindahkannya ibu kota belum dapat dipastikan ke provinsi mana. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*