Aceh, LiputanIslam.com–Sejumlah dua puluh pengungsi Muslim Rohingya memasuki wilayah Aceh Timur dengan kapal pada Selasa (4/12).

Menurut Badan Mitigasi Bencana Indonesia, 20 orang Rohingya ini mendarat tepatnya di kota Kuala Idi dan telah diberi makanan dan air. Sementara menurut laporan Reuters, otoritas imigrasi tengah mencapai daerah ini untuk melakukan pemeriksaan.

“Kami tidak dapat berkomunikasi dengan mereka karena mereka tidak dapat berbahasa Indonesia, Aceh, atau Inggris,” kata Iswandi, lurah Idi Rayeuk, tempat para warga etnis Rohingya mendarat dikutip AFP.

Sebelumnya, satu bulan lalu, terpantau kapal yang mengangkut etnis Rohingya di perairan Aceh. Namun, mereka tidak melakukan pendaratan di Aceh. Saat ini ke-20 warga Rohingya itu ditampung di Pos TNI Angkatan Laut Idi, sambil dilakukan pendataan.

Kepala komunitas nelayan Aceh mengatakan bahwa para pengungsi ini kebanyakan berusia 20-an. Mereka berada dalam perjalanan menuju Malaysia.

Selama bertahun-tahun, komunitas Rohingya mengalami kekeraan dan persekusi di kampung halaman mereka di Myanmar. Akibatnya, ratusan ribu mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh, dan juga menyeberang ke Thailand dan Malaysia.

Komunitas Muslim Rohingya yang telah tinggal di Myanmar selama bergenerasi, telah dicabut kewarganegaraan mereka dan dicap imigran ilegal dari Bangladesh. PBB  menyebut kekejaman terhadap komunitas ini sebagai bentuk genosida. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*