peter mcLondon, LiputanIslam.com — Kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak (pedhopilia) di Inggris terus berkelanjutan. Setelah selebritis top Jimmie Savile dan Rolf Harris, kini jaringan pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak (pedhopilis) merambat ke tokoh-tokoh politik dan pejabat tinggi negara.

Adalah Peter McKelvie, mantan aktifis pelindung anak yang mengungkapkan adanya bukti-bukti cukup kuat yang menunjukkan setidaknya 20 tokoh penting Inggris, termasuk mantan anggota parlemen dan menteri yang melakukan tindakan pedhopilia selama puluhan tahun. Demikian laporan BBC, Selasa (8/7).

Peter McKelvie, yang pengakuannya sempat menggiring dilakukannya penyelidikan tahun 2012, mengatakan bahwa “sekelompok elit berpengaruh pedhopilis” yang telah melakukan berbagai bentuk pelecehan seksual terhadap anak-anak yang paling buruk bentuknya.

Pejabat-pejabat tinggi Departemen Dalam Negeri Inggris dikabarkan akan memberikan keterangan mengenai hal ini di depan parlemen dalam waktu dekat. Permanent Secretary (Sekjend Depdagri) Mark Sedwill akan memberikan keterangan di hadapan parlemen tentang penanganan kasus-kasus pedhopilia selama 20 tahun terakhir.

Editor politik BBC, Nick Robinson, mengatakan bahwa kasus-kasus pedhopilia telah didorong oleh perubahan sikap masyarakat.

Pada hari Senin, Mendagri Theresa May di hadapan parlemen mengumumkan dilakukannya penyelidikan atas kasus-kasus pedhopilia, dimulai dari penyelidikan secara luas yang dipimpin oleh tim panel ahli independen di bidang hukum dan perlindungan anak.

Sedang penyelidikan kedua akan dipimpin oleh Ketua NSPCC, Peter Wanless, akan menangani masalah penanganan kasus pedhopilia oleh penyidik dan penuntut berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat.

Setelah pengumuman itu di parlemen itu, McKelvie, memberikan keterangan melelui wawancara televisi kepada BBC, yang menyebutkan adanya bukti-bukti kuat tentang keterlibatan sejumlah tokoh publik dalam jaringan pelaku pedhopilia.

“Saya katakan bahwa kita tengah melihat pada 20 orang tokoh dan sejumlah besar lainnya yang mengetahui kejahatan ini dan tidak melakukan apapun seperti seharusnya dilakukan dengan posisinya,” katanya.

McKelvie juga menyebutkan sebagian orang-orang itu telah meninggal dunia.

Menurut pengakuannya, ia telah berbicara dengan para korban selama bertahun-tahun, dan sebagian besar dari mereka yang merupakan anak laki-laki, telah berubah menjadi manusia-manusia yang tidak berdaya.

“Mereka telah mengalami berbagai bentuk terburuk dari pelecehan, termasuk perkosaan,” katanya.

McKelvie adalah mantan manajer di lembaga Paedophile Information Exchange (PIE) pimpinan Peter Righton. Righton yang mantan konsultan untuk National Children’s Bureau ini terlibat dalam kasus perdagangan anak internasional sebelum meninggal.

McKelvie mengatakan bahwa jaringan yang diketahuinya jauh lebih besar daripada jaringan yang melibatkan Righton.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL