Washington, LiputanIslam.com–Tujuh belas tahun setelah serangan teror 9/11, pemerintah AS dan kantor media Amerika memutuskan bahwa Al-Qaeda kini adalah kelompok “pemberontak” yang layak menerima simpati publik, demikian kata para pengamat kepada RT.

Kelompok teroris yang menewaskan ribuan warga  Amerika 17 tahun lalu itu kini menguasai timur laut Suriah. Pemerintah AS pun mengancam akan mengambil opsi militer jika “pemberontak” ini diusir oleh tentara Suriah dan sekutunya dari Idlib.

AS telah menghabiskan sekitar $1,5 triliun untuk menumpas Al-Qaeda pasca serangan 9/11. Namun, menurut para pengamat, kini Negeri Paman Sam itu malah membantu kelompok ini lewat jalur diplomatik dan peliputan media.

Menurut mantan pejabat Pentagon, Michael Maloof, meski media sosial dipenuhi tagar dan GIF bertuliskan “Jangan Lupa” atas serangan 9/11, salah satu alasan Al-Qaeda tetap bisa bertahan di Idlib adalah karena warga Amerika sebenarnya sudah lupa.

“Waktu banyak berlalu sejak 9/11. Mereka menangkap Osama bin Laden dan rakyat mulai lupa, mereka punya masalah lain untuk diperhatikan,” catat Maloof dalam wawancara kepada RT.

Menurutnya, banyak warga Amerika yang tertarik dengan isu domestik seperti kolusi Rusia daripada Al-Qaeda dan Suriah, “sampai di titik di mana pemerintah Trump dapat menyalurkan bantuan ke Al-Qaeda di Suriah. Dan itu sangat tragis.” (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*