Para Cendekiawan Indonesia Hadiri Konferensi Internasional Al-Azhar

0
182

Sumber: beritasatu.com

Jakarta, Liputanislam.com– Sejumlah cendekiawan Muslim Indonesia, yakni pakar tafsir M. Quraish Shihab,Din Syamsudin, dan TGB Zainul Majdi menghadiri Konferensi Internasional Al-Azhar Mesir. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), Muchlis M Hanafi mengatakan, konferensi dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menghadirkan pandangan-pandangan Islam yang moderat di tengah berbagai permasalahan yang muncul akhir-akhir ini.

“Pandangan tersebut sangat diperlukan untuk menunjukkan bahwa ajaran Islam sejalan dengan dinamika perkembangan masyarakat,” ucapnya setiba di Jakarta pada Jumat (31/1).

Muchlis menjelaskan, konferensi yang dibagi dalam tujuh sesi, para ulama mendiskusikan berbagai topik, antara lain: prinsip-prinsip dasar pembaruan pemikiran Islam; kontra narasi terhadap pemikiran dan ideologi kelompok ekstrem, radikal dan teroris (jihad, perang, khilafah, takfir/pengafiran, hijrah, dan lainnya); hukum keluarga; hak-hak perempuan; korupsi, kolusi dan nepotisme; konsep al-muwaathanah (citizenship/kewargaan negara) dan lainnya.

Baca: Konferensi Al-Azhar Hasilkan 29 Rumusan Pembaruan Pemikiran Islam

Salah satu rumusan hasil konferensi ialah bahwa pembaharuan (tajdiid) pemikiran Islam sangat dibutuhkan untuk merespon hal-hal baru yang belum ada penjelasannya secara tegas dan rinci dari teks-teks keagamaan (Al-Qur`an dan hadis), demi kemaslahatan umum. Fatwa keagamaan tentang itu dapat berubah sejalan dengan perubahan waktu, tempat, dan adat kebiasaan masyarakat, dengan tetap memperhatikan prinsip dan kaidah umum syariat, serta kepentingan umum.

“Pembaharuan hanya boleh dilakukan oleh ulama yang kompeten di bidangnya agar tajdiid (pembaruan) tidak berubah menjadi tabdiid (pengaburan),” tegasnya.

Konferensi Internasional Al-Azhar melibatkan para ulama dan cendekiawan Muslim dari 41 negara. Konferensi menghasilkan 29 rumusan yang dibacakan oleh pemimpin tertinggi Al-Azhar, Grand Syeikh Prof. Dr. Ahmed Thayyib pada acara penutupan. (aw/kemenag/republika).

 

DISKUSI: