Untuk Orangtua, Ini Tips Belajar Online di Tahun Ajaran Baru

0
85

Jakarta, LiputanIslam.com—Tak terasa, kita sudah memasuki tahun ajaran baru. Seperti tahun ajaran lalu, kita masih melewati masa pandemi Covid-19, di mana pembelajaran jarak jauh masih diberlakukan terutama di zona kuning, oranye, dan merah. Untuk itu, orangtua harus tahu beberapa tips di bawah ini untuk membimbing anak belajar secara online.

Anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Itje Chodidjah mengatakan bahwa salah satu adaptasi yang diperlukan adalah keterampilan 5C. Keterampilan 5C terdiri dari berpikir kritis (critical thinking), komunikasi (communication), kolaborasi (collaboration), kerativitas (creativity), dan karakter (character).

Bagaimana orang tua dapat membantu mengasah keterampilan 5C selama belajar online? Menurut psikolog, Jovita Maria Ferliana, mengasah keterampilan 5C siswa bukan merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan saja, orang tua juga sebaiknya turut berperan dalam pendidikan anak mereka selama masa belajar.

Inilah dia beberapa poin yang perlu diperhatikan untuk menerapkan keterampilan 5C untuk anak-anak Anda:

– Jangan lupa memberikan waktu istirahat dan mengajak anak meregangkan tubuh agar tetap bugar.

– Mengajak anak untuk mengutarakan pendapat dan berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan memberikan pendapatnya, termasuk menceritakan tantangan yang dihadapi selama virtual schooling.

– Sekali-sekali, ajak anak untuk memilih permainan baru atau mengubah aturan permainan untuk mengasah kreativitasnya.

– Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak tentang topik hangat atau tren terkini. Diskusikan setiap hari selama 30-60 menit bersama anak mengajaknya untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan untuk mengetahui tentang apa yang terjadi di sekitar.

– Berikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan teman sekolah di luar jam virtual schooling, misalnya dengan TikTok Sharing, Video Chat, Instagram Live, dst.

– Pastikan anak berpakaian rapi saat berinteraksi menggunakan video.

– Orang tua menceritakan pengalaman yang dilalui hari ini dan tanyakan pendapat anak.

– Tunjukkan pada anak tentang kebaikan, apa artinya dan mengapa kita perlu melakukannya. Selama masa karantina ini, perlihatkan juga kepadanya bahwa kebaikan dapat diberikan/diterima bahkan tanpa pertemuan tatap muka

“Misalnya berbagi kata-kata yang mendorong dan positif kepada teman-teman, membeli makanan tambahan untuk petugas pengiriman makanan, membuat kampanye via media sosial dengan teman sekelas, dan lain-lain,” ucapnya.

– Jangan memanjakan anak dengan kehidupan yang terlalu mudah. Tunjukkan kepada anak bahwa ketika dia membutuhkan sesuatu, dia perlu berusaha untuk mendapatkannya.

Jovita mengatakan, anak juga perlu diajari tiga kata emas, yaitu: “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” sejak usia dini. Juga jelaskan kepada anak kapan dan mengapa menggunakan ungkapan-ungkapan itu. (ra/tempo)

 

DISKUSI: