Tips Atur Keuangan saat Pemasukan Turun karena Pandemi

0
214

Jakarta, LiputanIslam.com—Wabah Covid-19 berdampak luas pada ekonomi masyarakat. Dengan banyaknya karyawan yang dirumahkan, gajinya dipotong, atau tak mendapat penghasilan yang cukup karena krisis ini. Sebagian besar orang tampaknya harus menerima kenyataan bahwa dompet jadi lebih tipis selama PSBB. Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi ini? Berikuat ini tips dari Times of India terkait pengaturan keuangan di tengah pandemi.

  1. Bedakan kebutuhan dengan keinginan

Kebutuhan adalah apa yang selalu Anda gunakan. Misalnya, Anda mungkin hanya perlu satu mobil untuk Anda dan keluarga, tetapi akhirnya membeli mobil untuk masing-masing anggota keluarga hanya karena punya uang dan ingin. Sementara keinginan biasanya tergeletak saja di rumah yang tidak digunakan. Jika Anda ingin mengurangi pengeluaran dan menghemat uang, Anda hanya perlu mengeluarkan uang untuk hal-hal yang Anda butuhkan.

  1. Menabung sebelum belanja

Inilah saatnya untuk mengikuti kata-kata salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffet. “Jangan selamatkan apa yang tersisa setelah belanja, tetapi belanjakan apa yang tersisa setelah menabung.” Jika Anda ingin mengatasi krisis keuangan ini tanpa terluka, lebih baik Anda menjadikan kata-kata Buffet sebagai prinsip keuangan Anda.

  1. Buat tujuan jangka panjang dan jangka pendek

Sama seperti tabungan yang ada untuk jangka panjang dan jangka pendek, Anda juga perlu memperhatikan pengeluaran untuk dua periode tersebut. Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri Anda hal ini, “Apakah saya benar-benar perlu membeli ini hari ini? Atau bisakah itu menunggu beberapa bulan lagi?” Jawaban dan kendali diri Anda akan menyelamatkan Anda dari pengeluaran ekstra.

  1. Punya penghasilan sampingan

Ketika satu pintu ditutup, Anda harus menemukan pintu lain untuk membiarkan uang tetap mengalir ke saku Anda. Cari cara lain untuk mendapatkan penghasilan sampingan selain sumber pekerjaan permanen Anda. Uang ekstra ini dapat disimpan untuk masa depan.

  1. Bayar utang atau pinjaman tepat waktu

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang ketika mengalami krisis keuangan adalah menghentikan pembayaran utang atau pinjaman. Hal yang tidak disadari dari kesalahan ini adalah mereka harus membayar bunga lebih besar karena menunda pembayaran. Apa pun yang terjadi, selalu berusaha membayar utang Anda tepat waktu untuk menghindari biaya tambahan.

Ini adalah masa yang sangat menegangkan dan kita perlu bersabar dan tetap positif. Selalu ingat, kondisi bisa berubah seiring dengan waktu. Krisis ini juga akan berlalu. Jangan ragu minta bantuan ketika Anda menyadari sedang menuju jalan buntu dan Anda tidak tahan lagi. (ra/tempo)

DISKUSI: