Orangtua, Jangan Ucapkan 5 Kalimat Ini kepada Anak

0
613

Jakarta, LiputanIslam.com—Menjadi orangtua bukanlah pekerjaan yang gampang, terutama dalam hal mengasuh anak. Pengasuhan anak bisa menyebabkan frustrasi berat sehingga tanpa sengaja kita mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak dikeluarkan.

Mulutmu harimau-mu’; semikian sepenggal paribahasa yang pasti pernah kita dengar. Apapun omongan yang kita lontarkan di depan anak-anak, itu akan berdampak besar bagi kehidupan dan kondisi mental mereka. Kata-kata itu membentuk keyakinan dan menanamkan perilaku negatif di dalam diri mereka.

Jadi, apa saja kata-kata yang harus dihindari di depan anak-anak? Di bawah ini daftarnya, seperti dilansir Times of India.

 

  1. Mengapa kamu tidak bisa seperti saudara kakak atau adikmu?

Persaingan saudara kandung selalu ada. Akan terasa pahit jika Anda membandingkannya dengan kakak atau adiknya. Itu akan membuat hubungan mereka bertambah buruk. Tak hanya membuat mereka saling benci, tetapi juga dapat menanamkan rasa daya saing yang negatif pada mereka.

Setiap anak berbeda dan Anda harus memperlakukan mereka dengan setara. Temukan cara untuk membuat mereka mempelajari hidup dan membantu mereka tumbuh sebagai individu yang lebih baik.

 

  1. Aku bisa melakukan itu ketika aku seusiamu

“Saya biasa memecahkan soal matematika yang paling sulit ketika saya seusiamu” atau “Saya belajar memasak ketika saya seumur kamu” adalah beberapa ungkapan yang biasanya digunakan orang tua untuk anak-anak mereka.

Niatnya mungkin ingin memotivasi, tidak salah. Namun, mengatakan hal-hal seperti itu kepada anak-anak Anda justru dapat menurunkan motivasi mereka dan membuat mereka merasa seperti mengecewakan keluarga. Beri mereka waktu untuk mempelajari berbagai hal dan tumbuh dewasa.

 

  1. Berhenti menangis

Coba perhatikan, pernahkah Anda mengucapkan “berhenti menangis” lalu si Kecil benar-benar berhenti? Justru itu membuat mereka menangis lebih keras dari sebelumnya.

Mengatakan kalimat itu tidak hanya membuat mereka merasa lebih buruk tetapi juga menyakiti mereka. Tidak peduli seberapa kecil atau ringannya masalah mereka, Anda harus selalu menanganinya dengan sabar. Tanyakan kepada mereka apa yang membuat mereka menangis dan selesaikan masalah mereka dengan penuh kasih.

 

  1. Kamu membuat saya marah

Emosi setiap hari bisa berbeda, jadi ada saatnya orang tua merasa frustrasi dan meluapkannya pada anak-anak. Pastikan bahwa dalam proses ini Anda tidak menyalahkan anak. Pikiran seorang anak seperti tanah liat, hal terkecil yang dikatakan karena marah dapat mempengaruhinya secara negatif. Jadi, daripada marah pada anak, lebih baik menjauh dan menghindari berinteraksi untuk sementara waktu.

 

  1. Anak lain mendapat nilai lebih tinggi dari kamu

Membandingkan tanda anak Anda dengan anak-anak lain di kelasnya akan membuatnya lebih banyak merasa tidak berguna daripada yang dapat Anda bayangkan. Ini tidak hanya membuat dia benci pada  anak-anak yang memiliki nilai lebih tinggi darinya, tetapi juga bisa melemahkannya.

Alih-alih mengecilkan hati mereka seperti ini, pujilah mereka atas upaya apa pun yang telah mereka lakukan. Temukan cara untuk memotivasi mereka dengan cara yang positif dan memberi tahu bahwa mereka selalu dapat melakukan yang lebih baik daripada sebelumnya. (ra/tempo)

DISKUSI: