Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Keluarga

Makan Malam di Atas Jam 7 Malam Dapat Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Published 11/09/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

dinnerJakarta, LiputanIslam.com– Makan malam biasanya baru dimulai berkisar pada pukul 19-20. Namun pakar mengatakan kebiasaan ini sebaiknya  dihindari karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Fakta ini diperoleh peneliti dari Dokuz Eylul University, Izmir, Turki setelah mengamati lebih dari 700 orang dewasa yang mengidap hipertensi. Peneliti juga mencatat pola makan, di jam berapa saja mereka makan, termasuk porsinya, jumlah garam yang dikonsumsi dan apakah mereka rutin sarapan atau tidak.

Hasilnya, sebagian besar responden yang sering makan malam di atas jam 7 malam mengalami apa yang disebut sebagai ‘non-dipper hypertension’, yaitu kondisi di mana tekanan darah seseorang tak bisa turun dalam semalam.

Dikutip dari The Independent, tekanan darah seseorang seharusnya turun sebesar 10 persen setiap malam atau menjelang tidur. Akan tetapi hal ini tidak terjadi pada mereka yang makan di atas jam 7 malam. Inilah yang kemudian diklaim dapat meningkatkan peluang seseorang untuk terkena serangan jantung.

“Apalagi jika makan malamnya dua jam menjelang tidur, efek kerusakannya bisa lebih buruk ketimbang terus-terusan makan makanan tinggi garam sekalipun,” tutur peneliti Dr Ebru Ozpelit.

Bila dibandingkan, 24,2 persen responden yang baru makan malam dua jam menjelang tidur mengalami kegagalan penurunan tensi, sedangkan pada mereka yang memilih makan malam lebih awal namun mengalami kegagalan penurunan tensi hanya berkisar 14,2 persen.

Alasannya, telat makan malam membuat tubuh berada dalam kondisi ‘waspada tinggi’, sehingga menghasilkan hormon-hormon stres seperti adrenalin di mana seseorang seharusnya terlelap.

Bahkan bukan hanya makan malam di atas jam 7. Peneliti yang sama juga menemukan bahwa efek serupa bisa terjadi pada mereka yang sering malas sarapan.

“Mereka yang sering melewatkan sarapan juga cenderung mengalami kegagalan penurunan tensi, tetapi tidak sebanyak mereka yang makan malamnya di atas jam 7,” katanya.

Studi-studi sebelumnya juga mengaitkan kebiasaan melewatkan sarapan dengan besarnya risiko untuk terkena penyakit jantung. Itulah sebabnya mereka yang sering makan larut malam juga cenderung melewatkan sarapan karena dirasa masih kenyang.

“Ini semata-mata karena kehidupan modern yang mendorong masyarakat untuk mengadopsi kebiasaan makan yang ‘tak teratur’, padahal jika dibiarkan, dari ke waktu ini akan mengakibatkan kerusakan pada tubuh,” tegasnya seperti dilaporkan Telegraph.

Kesimpulannya, lanjut Ozpelit, untuk bisa mendapatkan pola makan yang sehat, seseorang harus rutin sarapan dan makan siang, tetapi bukan berarti harus menghilangkan kebiasaan makan sama sekali, melainkan makan malam dengan menu yang lebih ringan dan tidak dilakukan lebih dari jam 7 malam. (ra/detik)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Ini Kondisi Orang yang Sebaiknya Tidak Disuntik COVID-19

By Rachel
Keluarga

Ingin Memiliki Kulit Bersih dan Sehat? Coba 5 Kebiasaan Baik Ini!

By Rachel
Keluarga

Cegah Pertumbuhan Sel Kanker dengan Diet Air Putih, Bagaimana Caranya?

By Rachel
Keluarga

Badan Sering Nyeri dan Pegal di Rumah? Ini Penyebabnya

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account