Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Keluarga

Kesadaran Orang Tua: Masukkan Anak ke TK Atau Tidak?

Published 24/04/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE
foto: www.majalahfahma.com
foto: www.majalahfahma.com

LiputanIslam.com — Ketika Anda menjadi orang tua, tentu Anda ingin anak-anak Anda tumbuh menjadi manusia yang pandai agar mampu survive dalam menjalani hidup. Pendidikan bagaikan kunci utama penentu nasib manusia di bumi ini. Tanpa pendidikan rasanya mustahil untuk bisa hidup di lingkungan yang beradab, kecuali Anda hidup di hutan seperti Tarzan. Eh, jangan salah, Tarzan pun belajar dari gorila dan hukum rimba hingga bisa hidup dan “menguasai” hutan.

Menurut para ahli, calon bayi yang masih dalam kandungan sudah bisa diberi pendidikan. Misalnya dengan mengajak bicara atau diperdengarkan musik di sekitar perut. Cara lainnya Anda bisa googling sendiri ya. Berbicara mengenai pentingnya pendidikan usia dini, tentu berkaitan dengan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Preschool yang makin banyak bermunculan. TK pada umumnya untuk anak-anak usia 4-6 tahun, sedangkan Preschool untuk anak-anak berusia di bawah 4 tahun. Anda juga tidak perlu kaget ada sekolah untuk bayi berusia 6 bulan.

Sekolah-sekolah TK dan Preschool bersaing mendapatkan simpati para orang tua dengan berbagai promosi dan campaign. Para orang tua pun dibuat yakin dan mereka merasa pendidikan dari sekolah sudah cukup untuk membina anak-anak mereka. Apalagi bagi orang tua yang sibuk bekerja, dengan memasukkan anak ke TK/Preschool memberikan rasa aman saat mereka meninggalkan anak-anak untuk bekerja.

Sayangnya sekolah yang diandalkan orang tua tidak semuanya berkualitas. Kadang biaya TK dan Preschool di Indonesia tidak masuk akal, bisa lebih mahal dari biaya kuliah di universitas. Kasus kejahatan seksual di TK JIS baru-baru ini membuka mata kita bahwa sekolah mahal belum tentu menjamin kualitas pendidikan dan keamanan bagi murid-muridnya.

Dulu saya tidak disekolahkan di TK oleh orang tua saya, entah apa alasan orang tua saya. Mungkin mereka tidak cukup uang atau mungkin sekolah TK masih sedikit, tidak seperti sekarang ini. Meskipun saya tidak sekolah TK namun ketika SD saya cukup berprestasi. Saya selalu masuk ranking tiga besar di sekolah (jumlah murid saat itu rata-rata 40 anak/kelas). Atas prestasi saya, tempat bapak saya bekerja akhirnya memberikan beasiswa, saya dibayari uang sekolah selama satu tahun penuh. Kalau sekarang SD negeri sudah gratis ya?

Walaupun tidak pernah merasakan kegiatan sekolah TK, bukan berarti saya tidak belajar di rumah. Orang tua saya banyak membelikan saya alat-alat tulis, alat gambar/lukis, buku gambar, kertas warna-warni, berbagai bacaan, dan koleksi lagu anak-anak. Ibu saya-lah yang paling berperan dalam mengajarkan saya berbagai hal sebelum saya masuk SD. Saya sangat beruntung, ketika saya kecil saya mempunyai banyak teman. Masih ada kebun-kebun dan lapangan di sekitar rumah. Setiap hari saya bermain-main dengan teman-teman sebaya. Ini merupakan interaksi sosial yang alami, agak susah didapat sekarang.

Bisa saya katakan, tanpa sekolah di TK pun saya mendapatkan “pendidikan” yang sama seperti di TK. Prinsip pelajaran di TK adalah belajar dan bersosialisasi, yang dikembangkan bersama aktivitas menari, mendengarkan musik, menyanyi, dan bermain. Berhitung dan membaca juga diajarkan namun persentasenya sedikit, karena akan diajarkan nanti di SD.

Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca, TK dan Preschool sebenarnya tidak penting. Anak di bawah umur 5 tahun tidak perlu pendidikan dengan gaya kelas terstruktur. Beberapa studi menunjukan bahwa skills dan empati lebih berkembang pada anak-anak yang tinggal di rumah bersama ibunya. Hasil dari penelitian National Institute of Child Health and Human Development (NICHHD) tahun 2003, ditemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu jauh dari ibunya pada 4.5 tahun pertama kehidupannya akan memiliki masalah perilaku, seperti membantah, cepat marah, dan menolak bekerja sama.

Kesimpulannya adalah peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter dan kepandaian anak. Selama orang tua dapat berinteraksi dan mengajarkan anak dengan baik, juga memberikan mereka cukup waktu untuk bermain dengan teman-teman seusianya, hal itu justru lebih baik daripada sekolah TK atau Preschool.

Saya tidak bisa menyarankan semua wanita berhenti bekerja saat sudah memiliki anak, nanti saya bisa diprotes banyak orang dong!  Tentu saja semua orang tua tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan mengajar yang baik. Anda yang lebih tahu keadaan Anda dan anak-anak Anda, pilihan untuk memasukkan anak ke TK/Preschool atau tidak, sepenuhnya adalah keputusan Anda sendiri.

Disalin dari tulisan Ibu Desi Sachiko – www.desisachiko.com (ba/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Ini Kondisi Orang yang Sebaiknya Tidak Disuntik COVID-19

By Rachel
Keluarga

Ingin Memiliki Kulit Bersih dan Sehat? Coba 5 Kebiasaan Baik Ini!

By Rachel
Keluarga

Cegah Pertumbuhan Sel Kanker dengan Diet Air Putih, Bagaimana Caranya?

By Rachel
Keluarga

Badan Sering Nyeri dan Pegal di Rumah? Ini Penyebabnya

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account