Ini Alasan Berat Badan Malah Naik Saat Puasa  

0
227

Jakarta, LiputanIslam.com—Bagi sebagian orang, berpuasa di bulan Ramadhan dijadikan momentum untuk menurunkan berat badan. Tapi, itu tidak mudah terjadi. Banyak orang malah mengalami kenaikan berat badan ketika berpuasa. Kenapa itu bisa terjadi? Dikutip dari laman Al Arabiya, berikut beberapa kesalahan yang bisa menyebabkan berat badan malah naik selama Ramadhan.

 

  1. Tidak ada perencanaan

Tak merencanakan apa pun dengan apa yang seharusnya dimakan adalah penyebab perut buncit saat puasa Ramadhan. Tanpa memiliki rencana diet yang tepat, kamu akan bebas makan segala hidangan sahur dan berbuka yang ada di meja makan.

Cobalah atur rencana makan sehat kamu dengan porsi seimbang dan menu bergizi. Seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, atau ikan tanpa lemak.

Selain makanan, jadwalkan aktivitas rutin misalnya meluangkan waktu untuk olahraga ringan sebelum berbuka puasa, jam bangun, dan tidur, dan sebagainya.

  1. Dehidrasi

Cukup minum bisa mengendalikan keinginan ngemil dan makan banyak saat sahur dan berbuka puasa. Memang ketika puasa tidak bisa minum dalam 12-13 jam. Namun tak mustahil menjaga tubuh tetap terhidrasi, meningkatkan kerja pencernaan, sekaligus menurunkan berat badan.

Minumlah setidaknya delapan gelas air selama jam-jam tidak puasa. Kamu bisa menjadwalkannya dengan minum dua gelas air saat berbuka, empat gelas air di waktu antara buka dan sahur, dan dua gelas saat sahur. Agar tak sering-sering buang air kecil dan memperparah dehidrasi, batasi mengkonsumsi kopi, teh, dan soda.

  1. Kalap saat berbuka

Bagi sebagian orang, kumandang azan magrib layaknya panggilan untuk ‘balas dendam’. Alhasil, saat berbuka langsung menyantap apa saja yang disajikan, baik itu goreng-gorengan, roti, minuman, dan makanan manis dalam jumlah besar.

Jadi, kamu harus mengontrol buka puasa bukan sebagai ajang balas dendam. Mulailah minum dan makan yang ringan dengan porsi kecil. Setelah berbuka, jika ingin melanjutkan makan dengan porsi tak berlebihan, gunakan patokan porsi makan siang atau makan malam kamu biasanya. Selain itu, makanlah makanan yang menyehatkan dengan banyak kombinasi sayuran dan daging tanpa lemak.

Untuk asupan karbohidrat kompleks, bisa memilih nasi merah ketimbang nasi putih. Nasi merah dapat menstabilkan gula darah dan mencegah makan berlebih.

  1. Gula berlebih

Kolak, es buah, biji salak, es teh manis, es sirup, dan hidangan manis lainnya sudah menjadi takjil khas berbuka puasa Ramadhan. Bayangkan jika selama 30 hari kamu terus-menerus mengkonsumsi makanan tinggi gula itu?

Konsumsi gula berlebih adalah penyebab utama obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit lainnya. Semakin sedikit gula yang dikonsumsi akan semakin baik. Bahkan makan buah sekalipun tetap harus dikonsumsi dalam takaran sedang.

Jika kamu ingin berat badan stabil atau turun saat puasa, jauhkan makanan-makanan manis itu dari pandangan kamu ya detikers. Lebih baik minum air putih atau teh dan kopi tanpa gula dalam jumlah sedikit.

  1. Malas bergerak

Puasa seringkali menjadi alasan untuk mengurangi aktivitas dan cenderung bermalas-malasan. Tapi, tubuh akan terasa lebih lemas jika tidak banyak bergerak, bukan sebaliknya.

Membuat tubuh aktif bergerak tak melulu harus berolahraga intensitas tinggi. Niat olahraga selama puasa bukan untuk menghilangkan lemak, melainkan untuk menguatkan otot dan melenturkan sendi.

Cukup dengan aktivitas jalan santai, naik-turun tangga, membersihkan rumah, berkebun, yoga, berenang, atau coba push up, squat, pull up, dan plank agar tubuh tetap bugar saat puasa.

Supaya kegiatan olahraga lebih menyenangkan dan tidak membuat stres, lakukan bersama anggota keluarga. Kamu akan lebih mudah untuk konsisten berolahraga jika menikmatinya. (ra/detik)

 

DISKUSI: