Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Keluarga

Butterfly Effect

Published 17/01/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

imagesKarena jarak antara rumah petak dan gedung tempat dia bekerja sebagai satpam tidak jauh, Udin secara rutin melintasinya saat pergi kerja dan pulang. Secara rutin pula dia mampir di warteg dan membawa tiga nasi bungkus untuk dimakan bersama Sutiyem, istrinya dan Bibit, putranya.Namun hari itu, trotoar yang menjadi jalur tetapnya terhalang oleh sebuah jeep mewah, Hammer berwarna merah gelap. Putra almarhum Haji Adnan, sesepuh warga Betawi di kawasan Lenteng Agung itu, terpaksa melewati jalan aspal yang padat mobil dan motor dari arah Depok.

Struggle for life menciptakan perilaku ganas di jalanan. Setiap pengendara, terutama pegawai rendahan, ingin cepat sampai di tempat kerja sesuai batas waktu demi menghindari pemotongan gaji atau dampratan atasan. Survival telah menggerus toleransi dan menerjang batas-batas hak individu. Udin seolah terjebak di tengah arena vandalisme. Tubuhnya terhuyung. Kepalanya membentur aspal. Kakinya dilindas roda mobil. Ia pingsan. Berkat kesigapan para tukang ojek, ia diselamatkan dan disadarkan dari pingsannya setelah diberi air dan beberapa upaya yang sangat mungkin tidak sesuai dengan prosedur P3K. Meski merasa pening dan matanya berkunang-kunang, anak mantan juragan minyak tanah di Era Orde Baru (yang sekarang sudah habis karena sengketa keluarga) itu tetap melangkah meski rada gontai menuju tempat kerjanya. Kartu absensi yang terpampang di benaknya membuatnya mengabaikan sakit yang dialaminya.

Beberapa jam kemudian, para pegawai gedung berhamburan dan berkerumun. Udin, satpam yang merangkap juru azan di masjid gedung itu jatuh. Ia meringis kesakitan mengeluhkan pusing. Setelah menenggak pil penghilang rasa sakit, Udin diberi hak untuk istirahat di rumahnya. Karena pulang pada pertengahan jam kerja (sekitar jam 1), istrinya yang sehari-hari bekerja sebagai pencuci pakaian semacam laundry tradisional terperanjat. Karena sangat pusing, Udin tidak sempat menceritakan kronologisnya. Ia terbaring, dan tak lama kemudian dua butir obat penghilang rasa sakit itu memberikan efek kantuk. Setelah terjaga dari tidur, Udin kehilangan ingatan.

Beberapa hari berikutnya, ia mulai sulit menggerakkan kakinya. Udin tak ingat lagi episode demi episode hidupnya. Udin terbaring di kasur sendirian. Rumahnya lengang dan tak terurus karena istrinya yang tak dikenalnya telah pulang ke rumah ibunya bersama anaknya. Udin yang tinggal sendirian tanpa makan dan minum selama beberapa hari di rumah petak terkena stroke akibat pendarahan gegar otak yang tak dipahaminya.

Beberapa saat kemudian, tetangganya yang rata-rata bekerja sebagai pemulung dan penjual bakso keliling, menemukan mayat lelaki tergeletak di samping ranjang. Mulut, mata dan telinganya mengeluarkan darah. Udin bin Haji Adnan berhenti di titik pasti, kematian dalam kesendirian. Tak ada himne tangis sanak keluarga yang mengiringi pemakamannya. Tak ada tahlil di rumah duka. Semuanya berjalan biasa-biasa saja. Inna lillah wa inna ilaihi raji’un.

Sebagian besar manusia, karena pemahaman kosmologisnya yang sangat sempit, menganggap setiap tindakan dan prilakunya sebagai peristiwa privat, lokal dan terpenggal. Dengan kata lain, banyak orang yang merasa bertuhan namun tidak benar-benar memiliki kesadaran eksistensial. Tanpa kesadaran eksistensial yang universal, manusia yang mengalami industrialisasi dan menjadi bagian dari kapitalisasi tidak bisa menangkap relasi-relasi niscaya antar peristiwa dan fenomena alam, baik dilakukan oleh dan terhadap manusia, hewan, tumbuhan, mineral dan partikel-partikel atomik lainnya. Manusia mekanik terlalu sibuk untuk memahami sistem koneksi kosmik ini sehingga ia tidak pernah mampu keluar dari jejaring kelam kebendaan dan keapaan. Karena itu, ia tidak sadar bahwa tanpa kesadaran eksistensial dan pemahaman tentang sistem penciptaan yang integral, ia adalah pelaku kejahatan sekaligus korbannya.

Kelak pemilik mobil Hammer itu akan diajukan ke pengadilan hakiki atas tuduhan tindakan yang mengakibatkan beberapa derita serial; pria yang kehilangan pekerjaan karena sakit, istri yang menderita karena tak mendapatkan nafkah, dan anak yang terlantar, dan yang lebih tragis adalah kematian yang didahului dengan gegar otak, amnesia, dan stroke dalam kesendirian. Penyebabnya sederhana: memarkir mobil di trotoar. Berapa banyak perbuatan, sikap dan prilaku masing-masing dari kita yang tanpa sadar telah menciptakan malapetaka bagi banyak orang hanya karena kepicikan dalam memahami sistem sistem koneksi kosmik. Berapa banyak orang yang telah merasa “melaksanakan tugas” kehambaan dengan melakukan kebaikan-kebaikan namun tanpa sadar melakukan kejahatan-kejahatan dalam skala yang lebih besar dan dengan area kerusakan yang tak terbayang, lalu dengan segenap ketololannya yakin akan mendapatkan reward berupa sorga dan pahala…?

Apa yang dialami oleh Udin adalah salah satu dari sistem koneksi yang dalam komunikasi modern disebut dengan “Butterfly Effect”. Istilah ini merujuk pada sebuah pemikiran bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Fenomena ini juga dikenal sebagai sistem yang ketergantungannya sangat peka terhadap kondisi awal. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal dua maka hasil akhir dari sistem yang sama akan jauh berbeda jika dimulai dengan 2,000001 di mana 0,000001 sangat kecil sekali dan wajar untuk diabaikan. Dengan kata lain: kesalahan yang sangat kecil akan menyebabkan bencana di kemudian hari. Cukupkah bertauhid secara teologis? Sudahkah kita bertauhid secara kosmologis? Tanyakan kepada kupu-kupu yang mengepakkan sayap…

 

(Disalin dari catatan DR. Muhsin Labib, Novelis, penulis, dosen Filsafat dan agamawan)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Ini Kondisi Orang yang Sebaiknya Tidak Disuntik COVID-19

By Rachel
Keluarga

Ingin Memiliki Kulit Bersih dan Sehat? Coba 5 Kebiasaan Baik Ini!

By Rachel
Keluarga

Cegah Pertumbuhan Sel Kanker dengan Diet Air Putih, Bagaimana Caranya?

By Rachel
Keluarga

Badan Sering Nyeri dan Pegal di Rumah? Ini Penyebabnya

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account