Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Keluarga

Bahaya Berjanji Kepada Anak Secara Berlebihan

Published 26/09/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

talkingwithsonDalam proses mendidik anak, ada perbuatan-perbuatan anak yang boleh mendapat imbalan dalam bentuk material. Tujuannya untuk memotivasi mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat sukarela dan hal-hal yang memang tidak dapat dipaksakan. Meskipun demikian, tidak ada salahnya memotivasi pekerjaan tesebut dengan ungkapan pujian, sepotong permen, doa yang baik, atau dengan hadiah simbolis. Semua itu juga dengan catatan bahwa si anak telah mencurahkan tenaga secara tulus an berusaha melakukan pekerjaan tersebut sebaik mungkin dan tidak gegabah.

Akan tetapi, tetap tidak boleh dilupakan bahwa prinsip umum yang harus dipraktikkan adalah tidak boleh memberikan imbalan kepada anak untuk perbuatan yang memang merupakan kewajiban. Cara seperti itu akan membuatnya menjadi orang yang pragmatis dan materialis. Ia tidak akan melaksanakan ssuatu kecuali jika ada imbalannya. Para pendidik Muslim telah mengakui bahwa tidak dibenarkan memberikan imbalan bagi setiap pekerjaan yang dilakukan oleh anak, terutama jika pekerjaan yang dilakukannya itu merupakan tugas dan tanggung jawabnya. Tujuannya agar imbalan itu tidak menjadi suap (risywah) sehingga menghilangkan nilainya sebagai pemotivasi perilaku yang baik.

Meskipun demikian, banyak orang tua yang melakukan kesalahan dengan banyak mengumbar janji secara berulang-ulang kepada anaknya, “Kalau kamu lakukan ini, nanti diberi anu.” Banyak di antara mereka yang melakukannya secara berlebihan sehingga tidak ada satu pun pekerjaan anak (sepeti mengerjakan PR, berhenti berteriak, makan, atau minum susu) yang dilakukan tanpa upah. Hal itu terjadi berulang-ulang sehingga makna imbalan berubah menjadi suap untuk menjamin bahwa si anak melakukan perbuatan yang manis atau berhenti dari perilaku yang buruk.

Jika berkelanjutan, pekerjaan yang menjadi kewajiban anak akan kehilangan esensinya. Nilainya tinggal sebatas keuntungan materialnya saja. Pada gilirannya, si anak akan kehilangan semangat untuk jika suap itu berhenti atau terancam berkurang.

Jika sejak belia si anak sudah terbentuk dengan mentalitas seperti itu, pengalaman itu akan memengaruhi segala sikap dalam kehidupannya pada masa mendatang. Bahkan, anak yang oleh keluarganya dibiasakan dengan suap untuk berhenti berteriak-teriak dan menganggu atau agar si anak mau makan, ia akan menjadikan perilaku itu sebagai senjata untuk melakukan tekanan dan mengancam orang tuanya agar memberikan apa yang ia inginkan.

Dalam rangka menanamkan perilaku positif pada anak, seharusnya kita menanamkan nilai-nilai mentalitas yang benar bahwa pekerjaan-pekerjaan hendaknya dilakukan dalam rangka mencari ridha Allah, membuat orang senang, membuat bahagia orang tua dan guru, mendapat kepuasan jiwa, dan menumbuhkan sikap percaya diri. (liputanislam.com)

*dikutip dari buku “20 Kesalahan dalam Mendidik Anak” oleh Muhammad Rasyid Dimas.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Ini Kondisi Orang yang Sebaiknya Tidak Disuntik COVID-19

By Rachel
Keluarga

Ingin Memiliki Kulit Bersih dan Sehat? Coba 5 Kebiasaan Baik Ini!

By Rachel
Keluarga

Cegah Pertumbuhan Sel Kanker dengan Diet Air Putih, Bagaimana Caranya?

By Rachel
Keluarga

Badan Sering Nyeri dan Pegal di Rumah? Ini Penyebabnya

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account