Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Keluarga

Apa Itu Kemarahan yang Menyehatkan?

Published 19/09/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

angry

Jakarta, LiputanIslam.com—Dalam ilmu psikologi, disebutkan bahwa ada pergeseran makna mengenai amarah sejak dulu dan sekarang. Dulu amarah adalah sebuah refleksi. Namun sekarang, marah adalah sebuah reaksi dari emosi.

Pada tahun 1970 banyak terapis kejiwaan yang menyarankan untuk marah, karena justru kemarahan itu menyehatkan. Mengapa? Karena amarah dianggap sebuah refleksi bagi jiwa.

Hal inilah yang perlu dilakukan ketika kita dilanda kemarahan. Amarah yang sehat berarti mengambil waktu untuk mematikan keinginan emosional. Dengan aspek yang rasional, kita belajar untuk mengesampingkan emosi. Saat itu, kita akan belajar untuk mengaktifkan sisi kepekaan dan kemanusiaan kita. Salah satunya adalah kedewasaan.

Kita hidup di tengah masyarakat yang menganggap amarah adalah sesuatu yang buruk. Ya, memang benar, kalau jenis amarah itu adalah amarah emosional. Sesekali kita juga perlu melepaskan kemarahan itu. Namun, pastikan kemarahan itu adalah kemarahan yang sehat dan membangun.

Bagaimana caranya membedakan kemarahan emosi dan refleksi? Bagaimana caranya agar kemarahan tidak mendatangkan sakit melainkan menyehatkan? Simak penjelasan berikut:

  1. Amarah yang sehat, artinya mengobservasi dan mengendalikan kemarahan agar tidak bereaksi terlalu berlebihan.
  2. Marah yang sehat, berarti mengenali amarah sebagai sinyal untuk menguasai pikiran dan perasaan.
  3. Marah yang sehat berarti memandang kemarahan sebagai tanda untuk mengidentifikasi hal yang lain ketimbang marah secara emosional.
  4. Marah yang sehat membawa kita mengembangkan empati.
  5. Kemarahan yang sehat berarti menolong diri sendiri untuk membuang kemarahan dengan memaafkan orang lain dan diri sendiri.
  6. Marah yang sehat membuat kita belajar praktik welas asih, sehingga tidak membuat orang lain juga terluka.
  7. Marah yang sehat belajar untuk berkomunikasi dengan baik tanpa nada tinggi pada orang lain.
  8. Amarah yang sehat menambah ketahanan dan kesehatan mental .

Bagaimana cara mengubah amarah emosional menjadi amarah refleksi? Caranya adalah dengan latihan.

Saat amarah melanda, berusahalah untuk mengatasinya dengan menahan reaksi terlebih dahulu. Semakin sering kita berlatih, semakin berkurang reaksi marah emosional digantikan amarah yang lebih rasional.

Selain itu, dibutuhkan pula komitmen untuk berlatih mempraktikkan amarah yang sehat ini. Tapi ingatlah, amarah yang sehat sangat bermanfaat bagi diri kita dan juga orang lain. Itu akan membuat hidup kita terasa lebih berarti. (ra/kompas)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Ini Kondisi Orang yang Sebaiknya Tidak Disuntik COVID-19

By Rachel
Keluarga

Ingin Memiliki Kulit Bersih dan Sehat? Coba 5 Kebiasaan Baik Ini!

By Rachel
Keluarga

Cegah Pertumbuhan Sel Kanker dengan Diet Air Putih, Bagaimana Caranya?

By Rachel
Keluarga

Badan Sering Nyeri dan Pegal di Rumah? Ini Penyebabnya

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account