Cegah radikalisme, Pesantren Didorong Perkuat Islam Moderat

0
107

Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra mendorong semua pesantren di Indonesia, baik yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah dan ormas lainnya agar terus memperkuat paham Islam moderat (wasathiyah). Menurutnya, hal itu penting untuk mencegah berkembangnya paham radikal di Indonesia.

“Walau pun nadanya saya tidak terlalu cemas dengan adanya gejala-gejala radikalisme di pesantren-pesantren yang disebutkan, tapi itu tidak berarti kita harus berdiam diri. Islam wasathiyahnya, Aswajanya itu harus diperkuat,” ucapnya di Jakarta pada Kamis (19/12).

Sebagai orang memiliki darah Minang, Azra juga mengomentari salah satu pesantren di Sumatera Barat yang mendoktrin santri-santrinya tentang penegakkan negara khilafah dan formalisasi syariah. Lembaga-lembaga seperti itu harus diawasi dan di pantau.

“Jadi yang begini-begini harus diantisipasi, khususnya bagi pesantren yang memiliki banyak komunalitas dengan paham radikal atau ekstremisme. Itu yang harus dilihat, dipantau, diberdayakan Islam wasathiyahnya itu,” ujarnya.

Cerminan Islam wasathiyah di Indonesia setidaknya bisa dilihat pada Islam Nusantara yang digaungkan NU dan Islam Berkemajuan yang dikenalkan Muhammadiyah. Namun begitu, Azra menggarisi jangan sampai salah paham terkait Islam Nusantara. Bukan berarti salatnya pakai Bahasa Jawa dan meninggalnya kafan pakai batik. Tentu bukan yang demikian.

Baca: Jelang Natal, Menag Minta Antarumat Beragama Rukun

Islam nusantara ialah Islam yang ramah, moderat, dan menghargai tradisi setempat yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. “Saya bilang ‘jangan salah paham tentang Islam Nusantara. Jangan ke makan sama isu atau apa yang mengatakan (menjelekkan Islam Nusantara),” ujarnya. (aw/NU).

 

DISKUSI: