Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Sikap Anti Demokrasi AS di Irak dan Lebanon

Published 24/01/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Hingga kini, masih banyak orang yang percaya bahwa AS adalah negara demokratis. Padahal, jika kita telaah lebih dalam lagi, klaim ini semakin lama semakin pudar. Di dalam negeri, sangat rendahnya tingkat partisipasi publik dalam setiap event pemilu (selalu di bawah 50%) mestinya dengan mudah dijadikan sebagai fakta kuat betapa rendahnya legitimasi para pejabat publik hasil pemilu di AS. Ditambah lagi dengan pilihan partai yang hanya dua (Republik dan Demkorat), dan kedua-duanya tersandera oleh lobi Yahudi, maka semakin banyak aspirasi rakyat AS yang tidak terakomodasi dengan sistem demokrasi di negara itu.

Dalam konteks internasional, kita sudah lama tahu bahwa ‘demokratisasi’ adalah salah satu isu sentral yang dipakai oleh AS dalam menjalankan agenda-agendanya di luar negeri (selain HAM, kebebasan, dan anti-terorisme). Atas nama demokratisasi, AS melakukan intervensi di banyak negara dunia. Suriah, Afghanistan, Iran, Irak, dan Lebanon adalah di antara beberapa negara yang menjadi target intervensi AS dengan menggunakan isu demokratisasi. Di kedua negara terakhir ini (Irak dan Lebanon), absurditas program AS itu makin kelihatan.

Di Irak, parlemen dan pemerintahan sudah sepakat untuk mengakhiri mandat keberadaan militer AS di Negeri 1001 Malam itu. Hal itu tak lepas dari perkembangan terakhir kasus pembunuhan yang dilakukan tentara AS terhadap petinggi militer Irak, Al-Muhandis, bersama tamunya Jenderal Qassem Soleimani. Pembunuhan yang dilakukan di Bandara Baghdad itu disebut-sebut telah memantik kemarahan rakyat Irak yang direpresentasiklan oleh parlemen dan pemerintahan.

Bagimana reaksi AS? Presiden Trump mengatakan bahwa AS tidak akan menggubris keputusan itu. Dia bicara tentang betapa banyaknya uang yang telah digelontorkan oleh AS untuk pembangunan infrastruktur militer di Irak. Irak, kata Trump, harus memberikan ganti rugi atas infrastruktur itu. Jika tidak, AS akan menjatuhkan sanksi sangat berat kepada Irak, lebih berat daripada sanksi AS kepada Iran.

Dengan logika dan perspektif yang hanya melihat sisi kepentingan AS seperti itu, maka militer AS harus terus bercokol di Irak. AS tak akan pernah mempedulikan aspirasi rakyat Irak, jika aspirasi itu merugikan kepentingan AS. Trump tidak peduli, meskipun aspirasi itu betul-betul sudah melewati prosedur yang sangat demokratis, dan artinya aspirasi itu merupakan kehendak rakyat Irak. Trump juga tak peduli, meksipun ada alasan rasional di balik munculnya aspirasi itu. Di Irak, AS menunjukkan sikap-sikap yang anti-demokrasi dan anti-rasionalitas.

Hal yang sama juga ditunjukkan oleh AS di Lebanon. Berbagai ancaman sanksi diberlakukan AS kepada Lebanon sehingga negara itu kini menghadapi krisis ekonomi yang cukup berat. AS menuntut agar pemerintah AS membubarkan Hezbollah dan melucuti senjata mereka. Seperti yang terjadi di Irak, AS sama sekali tak mempedulikan suara rakyat Lebanon yang sedemikian memuja milisi Hezbollah dan menganggapnya sebagai pahlawan negara. AS tak peduli bahwa Hezbollah juga ikut dalam pemilu dan bahkan menjadi pemenangnya. Yang dipedulikan oleh AS, lagi-lagi adalah egoisme negaranya dan kepentingan sekutu terdekatnya, yaitu Israel.

Kita bisa melihat, betapa sangat hipokritnya AS dengan isu demokratisasinya itu. AS malah berseteru dengan negara-negara yang telah menerapkan demokrasi, gara-gara aspirasi rakyat di negara-negara itu selalu bertentangan dengan kepentingan AS. Ironisme ini malah semakin tampak manakala kita menemukan fakta bahwa AS justru berhasil menjalin persekutuan dengan negara-negara monarki seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman. Monarki bermakna bahwa aspirasi rakyat bukanlah hal yang diperhitungkan dalam segala macam pengambilan keputusan dan arah kebijakan pemerintah. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

Israel Mengaku Siap Melancarkan Serangan Besar terhadap Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Penasehat Ayatullah Ali Khamenei: Kami akan Ratakan Puluhan Pusat Israel dengan Tanah

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Pastikan Tidak akan Pernah Membiarkan Agresi Israel Terhadapnya

By Muhammad
Timur Tengah

IRGC Pastikan akan Segera Membalas Telak Jika Israel Menyerang Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account