Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Ketika Inggris Mulai Terlibat dalam Pusaran Krisis Teluk

Published 18/07/2019 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Timur Tengah, khususnya kawasan Teluk Persia, masih terus memanas. Ketegangan antara AS dan Iran memang semakin mereda. Narasi yang disampaikan oleh pimpinan kedua negara mulai agak melunak. Presiden AS Donald Trump yang selama ini ditengarai sebagai pihak yang menjadi pemicu ketegangan terlihat lebih santun.

Akan tetapi, ketika narasi AS mulai melunak, tiba-tiba saja percikan api datang dari Inggris. Negara yang pernah menjadi imperium dengan negeri jajahan terluas di dunia itu baru-baru ini menyatakan akan segera mengirim kapal perang ketiganya ke Teluk Persia. Menurut Inggris, tindakannya ini dilakukan dalam rangka menjamin keamanan maritim yang berkelanjutan di kawasan Teluk Persia.

Pengumuman ini merupakan perkembangan terbaru dari ketegangan antara Inggris dan Iran terkait dengan penahanan kapal supertanker minyak Iran oleh pasukan maritim Inggris di Gibraltar. Inggris menahan kapal tanker itu karena dicurigai akan mengirim minyaknya ke Suriah. Padahal, menurut London, Suriah saat ini masih dikenai sanksi ekonomi.

Ketegangan berlanjut ketika Inggris tak lama kemudian mengumumkan bahwa pihaknya telah menghalau sejumlah kapal boat milik tentara Iran yang mencoba menahan kapal tanker minyak milik Inggris yang melintas di Selat Hormuz. Dengan alasan menjamin keamanan kapal-kapal tanker miliknya itulah, Inggris kemudian mengirimkan dua kapal perangnya ke Teluk Persia. Dan kabar terbaru, jumlah kapal perang yang dikirim akan menjadi tiga.

Terkait insiden-insiden itu, Iran telah menyampaikan klarifikasi. Soal kapal tanker minyaknya yang ditahan Inggris, Iran menyatakan bahwa tak mungkin kapal itu menuju ke Suriah, karena tak ada pelabuhan di Suriah yang bisa menampung supertanker sebesar Grace-1. Iran bahkan menyebut penahanan kapal tankernya oleh Inggris itu sebagai perampokan yang dilegalisir. Adapun terkait tuduhan boat Iran yang hendak menahan kapal tanker Inggris, Iran menyebutnya sebagai tuduhan tanpa bukti, dan tak akan pernah bisa dibuktikan.

Inggris dan AS adalah sekutu kuat lahir dan batin. Sejak berakhirnya era kolonialisme fisik sekitar 70 tahun yang lalu, kedua negara selalu berjalan bersama beriringan dalam semua isu besar internasional, termasuk dalam proses pembentukan dan dukungan terhadap Zionis Israel. Dalam kasus-kasus terbaru, semisal krisis Suriah dan Yaman, kedua negara adalah sekutu yang bahu-membahu melaksakan berbagai agenda internasional mereka. Jadi, seandainya Inggris menunjukkan keberpihakan secara sporadis kepada AS dalam kasus Iran, hal itu bukanlah situasi yang aneh.

Dalam masalah nuklir Iran, kedua negara juga punya kepentingan yang identik. Keduanya tak ingin Iran muncul sebagai kekuatan nuklir baru di Timur Tengah, karena nuklir adalah satu-satunya teknologi yang akan menggantikan energi fosil (minyak bumi dan gas) yang tak lama lagi akan betul-betul habis. Kedua negara berkepentingan menjadikan Barat sebagai kekuatan industri yang memonopoli energi dunia.

Keduanya juga sama-sama mengkhawatirkan Iran mampu membuat senjata nuklir, yang nantinya akan menjadi ancaman bagi Zionis Israel. Sebagaimana kita ketahui bersama, daya jelajah rudal Iran sudah mampu menjangkau Tel Aviv. Meskipun Iran berkali-kali menampik tuduhan ini dengan alasan bahwa ajaran Islam mengharamkan penggunaan senjata pembunuh massal, tetap saja Inggris dan AS menunjukkan gimik politik khawatir atas ancaman senjata nuklir Iran ini.

Lalu, kenapa Inggris baru-baru ini saja masuk ke dalam pusaran ketegangan? Jawabannya, kemungkinan ada pada sosok Trump yang reputasinya makin buruk di panggung internasional, dan juga di dalam negeri AS. Saat ini, apapun yang dilakukan oleh Trump akan cenderung direspon negatif oleh publik internasional, termasuk dalam isu nuklir Iran. Dalam kasus krisis AS-Iran baru-baru ini, masyarakat dunia cenderung memihak Iran. Padahal, Barat sangat berkepentingan untuk tetap menekan Iran. Maka, tampillah Inggris, dengan reputasi yang masih relatif ‘bersih’ dibandingkan AS di bawah pemerintahan Trump.

Menarik untuk melihat bagaimana kisah akhir dari keterlibatan Inggris itu. Para pejabat Iran sudah melontarkan peringatan bahwa petualangan Inggris ini berbahaya bagi Inggris sendiri, dan akibatnya pastilah buruk bagi London.  (os/editorial/liputanislam)

Baca:
http://liputanislam.com/berita/irgc-bantah-tudingan-cegat-tanker-minyak-inggris/

http://liputanislam.com/internasional/pemimpin-iran-arogansi-barat-hanya-efektif-di-hadapan-negara-negara-lemah/

http://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/inggris-kerahkan-kapal-perang-ketiga-ke-teluk-persia/

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

Israel Mengaku Siap Melancarkan Serangan Besar terhadap Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Penasehat Ayatullah Ali Khamenei: Kami akan Ratakan Puluhan Pusat Israel dengan Tanah

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Pastikan Tidak akan Pernah Membiarkan Agresi Israel Terhadapnya

By Muhammad
Timur Tengah

IRGC Pastikan akan Segera Membalas Telak Jika Israel Menyerang Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account