Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Ketegangan Baru Iran – AS, ke Mana Ujungnya?

Published 10/05/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Ketegangan antara Iran dan AS di bawah kepresidenan Trump makin memuncak. Setelah menyatakan keluar dari perjanjian nuklir tahun 2015 yang dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), AS kemudian menambahkan sanksi baru kepada Iran. Trump telah  mengeluarkan perintah eksekutif untuk menjatuhkan sanksi baru yaitu di sektor logam dan pertambangan. Langkah ini dikatakan AS sebagai respons atas keputusan Iran untuk mengurangi secara bertahap komitmennya atas butir-butir JCPOA.

Dengan memperhatikan proses dan perkembangan ketegangan, kita semua bisa memaklumi bahwa biang kerok dari semua itu adalah AS di bawah kepemimpinan Trump. Saat menyatakan keluar dari perjanjian itu secara sepihak, Trump menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian JCPOA oleh Presiden Obama adalah sebuah kesalahan sejarah, dan ia sebagai presiden AS yang sah mengoreksi kesalahan pendahulunya.

Sungguh sebuah sikap yang sangat arogan dan seenaknya. Sangat sulit untuk bisa diterima oleh akal sehat, bagaimana seorang kepala negara bisa seenaknya melakukan pembangkangan terhadap kesepakatan yang pernah dibuat oleh pendahulunya. Ketidakpatuhan model seperti ini hanya bisa dimaklumi jika negara mengalami revolusi atau perubahan sistem secara total. Sedangkan, seperti yang kita tahu, AS sama sekali tidak mengalami riak-riak perubahan sistem saat terjadi pergantian kekuasaan dari Obama ke Trump.

Sebenarnya, kalau kita telaah lebih dalam, akan kita dapati bahwa arogansi Trump atas Iran ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak arogansi Trump atas hal-hal lainnya. Sebagaimana yang kita ketahui, selama sekitar tiga tahun menjabat, Trump telah mengeluarkan keputusan-keputusan yang kontroversial, di antaranya: (1) pemberlakuan pembatasan untuk imigran Muslim yang mau masuk ke wilayah Amerika, (2) pembangunan tembok pemisah Amerika-Mexico, (3) menyatakan keluar dari Perjanjian Paris terkait perubahan iklim dunia, (4) keluar dari kemitraan pasifik, dan (5) persetujuan atas pemindahan kedutaan besar Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dari sisi kebijakan ekonomi, Trump juga melancarkan perang dagang dengan Cina, Turki, Rusia, dan banyak negara lainnya, yang menyebabkan goyahnya perekonomian dunia.

Dari semua kebijakan kontroversial tersebut, sepertinya, kebijakan Trump terkait Iran ini yang paling mengkhawatirkan banyak pihak. Posisi Iran sangatlah unik. Iran tidak bisa disamakan dengan negara-negara Timur Tengah lainnya. Iran berbeda dengan Irak, Afghanistan, Suriah, Yaman, atau Libya. Secara geopolitik, hard power, dan juga soft power, Iran bukanlah negara yang dengan mudahnya dikenai sanksi secara sepihak. Karena itulah, jika ketegangan ini betul-betul memuncak, serta menciptakan konflik langsung dan terbuka antara Iran dan AS, bisa dipastikan bahwa dunia akan mengalami krisis yang parah.

Iran menguasai Selat Hormuz yang menjadi lalu lalang penyaluran 70% minyak Dunia. Jika selat ini ditutup, Dunia akan mengalami krisis energi yang sangat parah. Iran juga punya banyak simpatisan di seluruh dunia. Konfrontasi terhadap Iran dipastikan akan memancing para pendukung Iran untuk ikut maju ke dalam gelanggang ketegangan. Maka, konflik tak mungkin bisa dilokalisir hanya di kawasan Teluk. Hal inilah yang menyulut sikap prihatin dari banyak negara di dunia, termasuk negara-negara Eropa.

Kini, bola ada di tangan AS; rakyat AS. Trump adalah presiden pilihan rakyat AS yang terpilih lewat sistem yang sah. Di dalam sistem pemerintahan AS sendiri ada Partai Demokrat yang menjadi oposisi Trump. Jika tak ada upaya koreksi dari rakyat AS, atau, seandainya ada upaya koreksi namun upaya itu terlalu lemah hingga tidak cukup kuat untuk menggoyahkan Trump, Dunia akan menyaksikan krisis yang berat. (os/editorial/liputanislam).

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Timur Tengah

Israel Mengaku Siap Melancarkan Serangan Besar terhadap Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Penasehat Ayatullah Ali Khamenei: Kami akan Ratakan Puluhan Pusat Israel dengan Tanah

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Pastikan Tidak akan Pernah Membiarkan Agresi Israel Terhadapnya

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account