Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Keluarga

Ini Caranya Menghadapi Anak yang Suka Memukul

Published 08/08/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Jakarta, LiputanIslam.com—Anak-anak berusia lima tahun ke bawah, alias balita, terkadang bisa berperilaku kasar, senang memukul, atau menggigit. Sebagi orangtua, bagaimanakah cara bijak menghadapinya?

Kebanyakan anak balita menunjukkan perilaku agresif karena ia merasa frustasi: Keinginannya melakukan sesuatu lebih besar dari pada kemampuannya.

Mereka ingin mengomunikasikan kebutuhan dan kemauannya, tetapi kemampuan bicaranya masih terbatas. Anak di bawah usia tiga tahun juga terkadang bersikap agresif untuk melepaskan rasa marahnya, mengontrol situasi, atau menunjukkan kekuatannya untuk melindungi mainannya.

Balita juga terkadang menganggap perilaku agresif seperti mencubit atau memukul sebagai alat komunikasi.

Meski begitu, anak juga perlu diajari mana bentuk komunikasi yang diterima secara sosial dan mana yang tidak. Terkadang gerak tubuh yang tidak tepat sejak mereka masih usia dini dan didiamkan akan terus berlanjut sampai usia balita.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengajari mereka cara bersikap yang tepat ketika sedang marah.

– Ketahui pemicunya
Apakah si kecil lapar? Lelah? Apakah terlalu banyak anak-anak dalam ruangan yang sempit? Jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, ubahlah situasi tersebut.

– Beri contoh
Di usia 2-3 tahun balita akan belajar bagaimana perilaku yang normal. Ini semua akan ditentukan oleh orangtua dan lingkungan sekitarnya, termasuk teman-temannya. Jika teman sebayanya banyak yang berperilaku agresif, batasi waktu bermainnya.

Beri petunjuk pada anak alternatif berkomunikasi selain menggunakan tangannya. “Kita tidak memukul, tapi memeluk”. Sampaikan apa akibatnya jika ia memukul orang lain. “Jangan menggigit, mama sakit,” dengan ekspresi wajah tidak suka.

Lalu ajari ia untuk memeluk dan beri ekspresi senang saat ia mau melakukannya. Dengan demikian anak akan belajar bahwa perilaku yang baik akan mendapatkan respon yang baik pula.

Beberapa anak juga butuh untuk dilembutkan. Ajari ia bersikap lembut pada kucing atau anjing peliharaan. Hal ini memang perlu kesabaran dan konsistensi.

– Beri panduan
Jika balita yang tadinya tenang menunjukkan perilaku menjadi agresif, selidiki apa penyebabnya. Apakah ia meniru perilaku itu dari kakaknya atau anak lain? Apakah ia melihatnya dari televisi? Apakah ada perubahan tertentu yang memicu perilakunya, misalnya berganti pengasuh atau mulai masuk sekolah? Ketika keamanan dan stabilitasnya terancam, terkadang perilaku mereka ikut berubah.

Bila si kecil kedapatan memukul temannya, pakailah kesempatan ini untuk ia belajar meminta maaf. Tak perlu bosan memberitahunya berkali-kali perilaku yang sopan dan baik. Namun, hindari memarahinya agar ia juga bisa belajar bagaimana mengendalikan perilaku. (ra/kompas)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Ini Kondisi Orang yang Sebaiknya Tidak Disuntik COVID-19

By Rachel
Keluarga

Ingin Memiliki Kulit Bersih dan Sehat? Coba 5 Kebiasaan Baik Ini!

By Rachel
Keluarga

Cegah Pertumbuhan Sel Kanker dengan Diet Air Putih, Bagaimana Caranya?

By Rachel
Keluarga

Badan Sering Nyeri dan Pegal di Rumah? Ini Penyebabnya

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account