Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Keluarga

Ini Dampaknya Jika Orang Tua Sering Berkata ‘Jangan, Nanti Kotor’ Pada Anak

Published 14/09/2016 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

muddygirlJakarta, LiputanIslam.com–  Kalimat ‘Jangan, nanti kotor’ jangan sering diucapkan pada anak. Sebab, dampaknya anak bisa jadi ‘jijikan’ alias takut kotor.

Padahal dunia anak adalah dunia bermain, apalagi untuk anak-anak balita, mereka sedang sibuk-sibuknya bereksplorasi. Nah, salah satu konsekuensinya adalah mudah terkena kotoran. Jika anak ‘dikekang’ dengan peringatan ‘awas kotor’ bisa membuat anak takut bereksplorasi.

“Orang tua selalu bilang ‘jangan nanti kotor’, atau ‘jangan naik-naik, nanti jatuh,’ padahal semua pengalaman itu adalah pengalaman yang penting,” ujar psikolog anak, Najeela Shihab.

Sebaliknya dengan memberi kesempatan anak bereksplorasi maka anak menghadapi tantangan dan berusaha mencari penyelesaiannya. Dengan menaklukkan tantangan maka anak akan memiliki kematangan sensoris. Dampaknya kemampuan anak terkait baca tulis, memusatkan perhatian atau fokus, akan lebih mudah.

“Buat anak-anak kalau dapat kesempatan eksplorasi yang cukup sebenarnya indra-indra bisa optimal termasuk kemampuan sensorisnya,” lanjutnya. Membiarkan anak mengeksplorasi lingkungan juga bukan berarti membiarkannya begitu saja, tentu pengawasan orang tua tetap diperlukan. Karena bagaimanapun anak kecil belum tahu mana hal yang membahayakan dirinya dan yang tidak. Yang perlu diingat mengawasi tidak sama dengan mengekang.

Sebaliknya, anak yang kemampuan sensorisnya tidak matang sering kali mengalami masalah akademis. Untuk mengatasi ketidakmatangan sensoris yang berimbas pada munculnya masalah lain maka bisa diatasi dengan terapi sensoris.

Lalu kapan anak butuh terapi sensoris? Menurut perempuan yang akrab disapa Ela, perlu ada tes terlebih dahulu. Selanjutnya terapis akan memberi terapi sensoris intergrasi. Tapi perlu diingat, masalah sensoris bukan berdiri sendiri, sehingga bisa membutuhkan campur tangan pihak lain.

“Jadi kalau asa masalah akademik, pelu bantuan dari akademik, atau bantuan orang tua kalau ada masalah pola asuh. Jadi memang harus integratif biar nggak harus satu sisi aja,” tutur Ela.

Ela menambahkan jika hasil tes menunjukkan ada masalah sensoris, sehingga anak jadi under sensitive atau over sensitive, maka akan diberikan berbagai latihan tergantung masalahnya. “Misalnya kalau ada masalah keseimbangan, itu latihannya dengan trampolin. Yang sesederhana itu. Kalau sensoris, maka diberi berbagai jenis perabaan,” sambungnya. (ra/detik)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Ini Kondisi Orang yang Sebaiknya Tidak Disuntik COVID-19

By Rachel
Keluarga

Ingin Memiliki Kulit Bersih dan Sehat? Coba 5 Kebiasaan Baik Ini!

By Rachel
Keluarga

Cegah Pertumbuhan Sel Kanker dengan Diet Air Putih, Bagaimana Caranya?

By Rachel
Keluarga

Badan Sering Nyeri dan Pegal di Rumah? Ini Penyebabnya

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account