Sumber: nu.or.id

Tangsel, Liputanislam.com– Mantan Menteri Agama (Menag) sekaligus Penulis Kitab Tafsir al-Mishbah, Prof M.Quraish Shihab menanggapi tuduhan dari beberapa pihak yang menyebut dirinya menganut paham Islam syi’ah hanya karena ia mengutip pendapat dari ulama Syi’ah dalam bukunya. Quraish Shihab menegaskan bahwa ia menganut Islam Nusantara berkemajuan.

“Saya menganut Islam Nusantara yang Berkemajuan,” ucapnya pada kesempatan bedah buku ‘Trilogi Islam M Quraish Shihab’ (Islam yang Saya Anut, Islam yang Saya Pahami, dan Islam yang Disalahpahami), di Pusat Studi Al-Qur’an, Tangerang Selatan, pada Kamis (31/1).

Menurutnya, Islam memang pertama kali turun di Makkah. Kemudian Islam menyebar ke Madinah, Syam, Irak, Iran, dan tempat-tempat lainnya. Dalam penyebarannya ke tempat-tempat lain itu, terjadi ‘interaksi’ antara Islam dan budaya setempat. Dimana Islam mempengaruhi budaya setempat. Begitu pun sebaliknya. Budaya setempat ‘mempengaruhi’ Islam.

“Sehingga misalnya ketika Imam Syafi’i berada di Irak, maka budaya Irak yang mempengaruhi pendapat-pendapat Imam Syafi’i. Begitu pun ketika di Mesir,” ungkapnya.

“Itu sebenarnya paham saya. Kita tidak mempermasalahkan orang Arab dengan pandangan-pandangannya. Tetapi kita tidak mau ada orang Arab yang mempermasalahkan kita dengan pandangan-pandangan kita,” tambahnya.

Sementara Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu’thi mengatakan bahwa buku ‘Trilogi Islam M Quraish Shihab’ memberikan perspektif bahwa Prof Quraish adalah Muhammadiyah-NU. Ditambah dulu Prof Quraish pernah belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.  “Beliau ini Mu-Nu saya kira. Muhammadiyah-NU,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Islam Nusantara adalah tipologi Islam yang diusung Nahdlatul Ulama (NU). Sementara Islam Berkemajuan merupakan ide atau gagasan Muhammadiyah. (aw/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*