Sri Mulyani Prediksi Defisit APBN 2020 Melebar dari Target

0
65

Sumber: rakyatbekasi.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 melebar dari target yang ditetapkan sebesar 1,76 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Menkeu mengatakan, ketidakpastian global yang tengah terjadi membuat pemerintah untuk melebarkan defisit dalam APBN.

“Jadi kalau situasi ekonominya turun, di mana penerimaan pajak juga akan melemah, memang harus tahu diri, untuk meningkatkan defisitnya,” kata dia, Rabu (26/2).

Baca: Menkeu Optimis Defisit Anggaran 2019 Tetap 2,2 Persen

Dia menyampaikan, di tengah situasi ekonomi saat ini pemerintah tidak bisa menahan belanja karena akan berdampak negatif terhadap ekonomi dalam negeri.

“Karena kalau pemerintah ikut mengencangkan ikat pinggang, maka yang terjadi adalah procyclical. Ekonominya lemah, lalu kita potong semua belanja maka ekonomi nyungsep,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pemerintah mengeluarkan sejumlah insentif untuk menjaga ekonomi domestik, seperti menaikkan tunjangan kartu sembako dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu. Langkah ini menghabiskan anggaran Rp 4,56 triliun untuk 6 bulan ke depan.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan subsidi sebesar Rp 3,3 triliun untuk dampak aturan pembebasan pajak untuk hotel dan restoran di 33 kabupaten/kota selama enam bulan ke depan.

Kemudian, untuk menarik wisatawan asing, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 298 miliar. Secara total pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 10 triliun untuk insentif fiskal.

Dia menuturkan, kebijakan yang diambil pemerintah untuk menghadipi siklus ekonomi tersebut akan dilakukan secara hati-hati dan bijaksana.

“Kami tetap melakukan pengelolaan secara hati-hati, prudent, dan kredible tapi bukan berarti tidak merespon ekonomi yang berubah,” tuturnya. (sh/antaranews/cnnindonesia)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS: