Saudi Mengaku Diserang, AS Tegur Milisi Houthi

0
79

Washington, LiputanIslam.com –Hanya berselang dua hari setelah diumumkannya rencana pemerintah AS untuk menghapus milisi Houthi dari daftar kelompok teroris, AS mengeluarkan peringatam kepada kelompok yang menguasai Yaman tersebut. Demikian dilansir Associated Press, Senin (8/2/2021).

Seperti diketahui secara luas, Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (5/2/2021) memastikan bahwa pemerintahnya akan mencabut label teroris global dari kelompok Ansarallah (milisi Houthi).  Deplu AS secara resmi telah memberi tahu Kongres tentang hal ini dan akan membagikan lebih banyak detail dalam beberapa hari setelah pengumuman itu dirilis.

Akan tetapi, setelah 48 jam dari pengumuman itu, pemerintahan AS memperingatkan kelompok Houthi tersebut atas apa yang disebut AS sebagai serangan kepada warga sipil. Departemen Luar Negeri AS diberitakan menyerukan Houthi untuk segera menghentikan serangan terhadap warga sipil dan operasi militer di Yaman.

Laporan dari AFP lainnya mengutip keterangan juru bicara militer Arab Saudi Turki Al-Maliki yang mengklaim bahwa koalisi militer pimpinan Saudi behasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone nirawak. Drone itu, menurut Al-Maliki, diluncurkan secara sistematis dan secara sengaja oleh milisi Houthi untuk menargetkan warga sipil dan objek sipil di wilayah Saudi Selatan.

Belum ada laporan apapun terkait reaksi milisi Houthi hingga atas klaim Saudi tersebut.

Penghapusan milisi Houthi dari daftar teroris mendapat ini mendapatkan pujian dari banyak lembaga kemanusiaan dunia, sebagai langkah baik AS untuk menurunkan eskalasi krisis di Yaman.  Lembaga-lembaga tersebut sebelum ini mengecam pemerintahan Donald Trump yang begitu saja menempatkan Houthi dalam daftar teroris menjelang akhir kekuasaannya. Penetapan itu secara praktis memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.

Arab Saudi, bersama dengan Uni Emirat Arab dan negara-negara lain, membangun koalisi untuk melakukan serangan ke Yaman pada Maret 2015. Perang di Yaman dilaporkan telah menewaskan sekitar 130.000 warga dan menghancurkan infrastruktur negara itu.

Seorang pengamat internasional BBC menyatakan bahwa niat presiden AS Donald Trump untuk mengubah kebijakannya terhadap Arab Saudi dan Yaman menghadapi kendala besar, karena perang Yaman juga terkait dengan bisnis senjata para pialang besar AS. (os/AFP)

‘Meskipun Tahu Melanggar HAM, Biden Sulit Mengubah Kebijakan AS terhadap Arab Saudi’

DISKUSI: